Puluhan Pohon Keruing di Kawasan hutan Primer Desa Salut, Kayangan, Lombok Utara. (photo: apink alkaff)

Keruing Pohon Adat Lombok Utara – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Keruing Lombok atau yang akrab disebut jati alam merupakan pohon adat yang dikeramatkan warga Lombok Utara. Tumbuhan berkelompok dengan nama ilmiah dipterocarpus retusus ini merupakan pohon endemik Lombok Utara. Ironisnya, pohon yang bisa berusia ratusan tahun ini sudah sangat terancam keberadaanya.

Menurut ahli taksonomi tumbuhan Unram drs I Gde Mertha M.Si, kekhasan keruing yang hanya ada di Lombok Utara ini sangat potensial untuk dikonservasi. ‘’Bila perlu dikembangbiakkan secara insitu (di dalam kawasan asalnya) maupun eksitu (di luar kawasannya),’’ kata Gde, Kamis.

Profesor Agil Alidrus dan ahli taksonomi Unram Gde Mertha.

Profesor Dr Agil Alidrus dan ahli taksonomi Unram I Gde Mertha M.Si. (photo: apink alkaff)

 

Pohon keruing kata ahli biologi Unram ini, tumbuh berkelompok hanya dalam beberapa hektar di Lombok Utara. Tepatnya, di Desa Salut dan Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara.

Bentuknya sangat indah. Buahnya bersayap dan hanya tumbuh di hutan primer.  ‘’Keberadaanya sangat dilindungi oleh hukum adat. Sebarannya terbatas dan masyarakat setempat tidak berani mengganggu pohon ini, apalagi menebangnya,’’ ungkap Gde.

Memang tambah Gde, pohon jenis kruing ini ada di pulau Sumbawa. Tetapi, ada perbedaannya. Nah, untuk mencari kejelasan perbedaanya, dibutuhkan penelitian taksonomi lebih lanjut.

Di tempat yang sama, guru besar Unram Profesor Dr Agil Al Idrus menambahkan, bisa jadi ekotipe atau kekhasan kruing yang ada di Lombok Utara dengan Sumbawa lain. ‘’Kruing Lombok Utara ini memiliki kekhasan. Jika itu khas, bagus untuk penelitian dan bisa menjadi ekowisata. Pohon ini juga bisa menjadi mascot Lombok Utara,’’ ungkap mantan Dekan FKIP Unram di kediamannya.

Untuk itu kata Agil, sudah sepatutnya Pemkab Lombok Utara harus segara menyelamatkan keberadaan pohon langka ini. Populasi kruing ini tegas lulusan pascasarjana Universitas Gajah  Mada ini, sudah mengalami pengurangan dan terancam punah. ‘’Disitu ada nilai-nilai seni dan nilai- nilai ketuhanan,’’ tandasnya.

Buah bersayap keruing di hutan primer Desa Salut, Lombok Utara.

Buah bersayap keruing di hutan primer Desa Salut, KLU. (photo: apink alkaff)

Penelusuran tim Utarakita menunjukkan, keberadaan pohon ini biasanya tumbuh di kawasan hutan primer. Hidupnya berkelompok dan batangnya bisa mencapai tinggi sekitar 40 meter dengan lingkar batang sekitar enam meter.‘’Batang pohon ini bisa dipeluk empat orang,’’ kata Kades Salut Hartono yang menyertai pencarian pohon langka ini, Selasa.

Hebatnya lagi, pohon berukuran besar ini menjulang tegak lurus dan hidup berkelompok. Buahnya bersayap dan daunnya berwarna merah dengan lis putih.

‘’Pohon ini memang sangat dihormati oleh warga disini. Masyarakat tidak berani menebang pohon ini,’’ kata Hartono.

Uniknya lagi, ketika jatuh dari tangkainya, buah pohon ini berputar. Karena pohon ini tergolong tinggi, jatuhnya buah kruing ini terlihat menarik.

‘’Sejak jaman kakek-kakek kami dulu, pohon ini sudah seperti ini. Saya yakin, usianya sudah ratusan tahun,’’ tandas Hartono.(Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com