Pesona Pink Beach Flores. (Photo: Apink Alkaff)

Serunya Petualangan Lombok-Komodo – UTARAKITA

Lombok Utara – Paket wisata petualangan dari Bangsal, Lombok Utara-Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah naik daun. Dalam seminggu, ratusan wisatawan asing dari berbagai negara memilih paket petualangan laut ini. Saat ini, ada sekitar empat perusahaan yang menyediakan jasa petualangan Lombok-Komodo. Sebagian mengawali cruise (pengarungan) dari Bangsal, Lombok Utara, sebagian lagi dari Labuan Lombok, Lombok Timur.

Kapten room

Kapten room

Kebetulan, cruise yang dilakoni wartawan Utarakita kali ini bersama Wanua Adventures yang memulai pengarungan dari Bangsal, Pemenang, Lombok Utara. ‘’Kami sudah mulai menjual paket Lombok-Komodo Adventure ini sejak empat belas tahun lalu,’’ kata Yayat, Manager Wanua Adventure kepada Utarakita belum lama ini.

Soal biaya, paket petualangan Lombok-Komodo ini mematok harga yang cukup terjangkau. Yakni, 1,8 juta untuk fasilitas dek dan 2,5 juta untuk cabin.

‘’Kami menyediakan makan tiga kali sehari dan alat snorkling selama pengarungan,’’ jelasnya.

Pengarungan yang menggunakan kapal berukuran panjang sekitar 25 meter dan lebar 4,5 meter dimulai dari Bangsal. Kapal yang berkapasitas 40 penumpang ini hanya diisi 15 orang. Serunya, tujuh laki-laki dan delapan perempuan yang tergabung dalam cruise ini berasal dari 10 kewarganegaraan yang berbeda. Dua pasang kekasih dari Spanyol dan Canada, dua pemuda India yang digandeng perempuan setengah baya dari Swedia, gadis-gadis berparas ayu dari Australia, Belanda, Inggris, Jerman.

Kami makan bersama, mandi bersama, dan tiudr bersama. (photo: Apink Alkaff )

Kami makan bersama, mandi bersama, dan tiudr bersama. (photo: Apink Alkaff )

Untuk wilayah Lombok, kapal yang kami tumpangi singgah di Pelabuhan Carik Bayan dan Pulau Sugian (Lotim). Sedangkan di Pulau Sumbawa, pengarungan ini singgah untuk menikmati air terjun di Pulau Moyo dan salt lake (danau garam) di Pulau Satonda (Dompu). Di kawasan Nusa Tenggara Timur, titik pertama yang dikunjungi adalah Gili Lawa, selanjutnya Manta Point (Takat Makasar), Pink Beach, Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Kelor, dan berakhir di Labuan Bajo. Total waktu yang dibutuhkan untuk petualangan laut Lombok-Komodo ini empat hari empat malam.

Melihat The Dragon Komodo dari dekat bukan obyek utama yang bisa dinikmati dalam petualangan bersama Wanua Adventures ini. Tetapi, menikmati indahnya gugusan pulau-pulau tak berpenghuni bersama para bidadari-bidadari pirang mancanegara justru menjadi pengalaman tak terlupakan.

Keindahan gugusan pulau Indonesia timur ini mulai bisa dinikmati sejak kapal singgah di Gili Lawa yang begitu eksotik. Semakin ke timur kami berlayar, semakin indah pula pesona alam yang bisa nikmati. Pengalaman berinteraksi dan berenang bersama ikan manta yang berukuran sekitar tiga meter adalah salah satu atraksi memukau pertama.

Kesibukan di Pulau Moyo. (Photo: Apink Alkaff)

Kesibukan di Pulau Moyo. (Photo: Apink Alkaff)

Berenang bersama binatang laut Takat (lautan dangkal) Makasar yang satu ini juga sungguh memicu adrenalin. Lebih-lebih bagi wisatawan yang sebelumnya kurang akrab dengan dunia bawah laut.

Georgia dan Kyra, wisatawan asal Australia dan Jerman ini mengaku lebih terkesan ketika berenang dan berinteraksi dengan manta ketimbang melihat komodo.

‘’Berenang bersama ikan manta sebesar itu sungguh pengalaman yang tak terlupakan,’’ kata Georgia, gadis berkebangsaan Australia yang juga memiliki pasport Belanda ini.

Beda halnya dengan Jesper Wiklund, snorkling malam hari di sekitar Pink Beach justru . Karena saat menyelam malam hari, miliaran plangton ini memberikan efek cahaya beraneka warna. ‘Ini sangat menakjubkan,’’ kata Jesper berulang kali sambil menggelengkan kepala.

Keramahan dan kehangatan warga Kampung Komodo sungguh tercermin dari senyuman bocah-bocah ini. (photo: Apink Alkaff)

Keramahan dan kehangatan warga Kampung Komodo sungguh tercermin dari senyuman bocah-bocah ini. (photo: Apink Alkaff)

Beda halnya dengan sejumlah wisatawan lain yang mengaku sangat terkesan saat melihat jutaan Flying Fox keluar dari sarangnya. Tepatnya, dari rimbunnya pulau bakau antara Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di spot ini kami terkesima menikmati matahari tenggelam berlatar jutaan Kalong (kelelawar) yang berhamburan keluar mencari makan. Rombongan jutaan kalong ini bergerak alami menuju daratan sekitar. Ada yang ke timur menuju daratan Flores, ada yang ke barat dan ke utara menyisiri gugusan-gusan pulau antara NTT dan NTB.

Dan yang jauh lebih penting dari itu semua, berinteraksi dan bersosialita dengan para petualang dari berbagai kebangsaaan selama cruise ini akan menjalin satu ikatan kekeluargaan yang unik. Karena hidup bersama selama empat hari empat malam di atas kapal kayu ini otomatis akan menyisakan hubungan emosional yang cukup spesial. Tak terelakkan pula, romantisme tanjung-tanjung bunga dan keindahan alam bawah laut selama Sail Komodo ini akan menjebak para petualangan dalam ikatan rasa yang teramat spesial. (*)

*Tertantang dengan petualangan ini, call us: 081805224550

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com