28 warga Lombok Utara mengidap HIV/AIDS

Lombok Utara (Utarakita) – Sebanyak 28 warga Lombok Utara mengidap human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS). Delapan pengidap penyakit mematikan ini berprofesi sebagai guide (pemandu wisata) di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Hal ini terungkap dalam sarasehan tokoh lintas agama dan organisasi keagamaan tentang penanggulangan HIV/AIDS di aula Pemda KLU, belum lama ini.

Petugas Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan KLU, Datu Madiawati mengaku sangat kualahan ketika melakukan pemeriksaan darah terhadap para guide yang terjangkit HIV/AIDS di Gili Trawangan ini. Selain itu, para penjaja seks komersial yang kerap berkeliaran di ketiga gili ini juga paling berpeluang mengidap penyakit yang merusak kekebalan tubuh ini. ‘’Kalau kita melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi HIV/AIDS, para guide di ketiga gili ini tidak ada yang mau datang. Agar mereka mau datang, kami terpaksa bilang itu pemeriksaan darah untuk penyakit malaria,’’ ungkapnya.

Rata-rata kata dia, guide yang menderita HIV/AIDS ini sudah bekerja sebagai pamandu wisata paling tidak lima tahun. Artinya, mereka (guide) sudah banyak berhubungan seks di luar nikah dengan wisatawan dari berbagai negara.

Lebih jauh Madiawati menjelaskan, data 2014 menunjukkan, dari 28 total pengidap HIV/AIDS di Lombok Utara ini sebagian besar atau hampir setengahnya merupakan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI). Sisanya, merupakan warga Lombok Utara yang pernah bekerja di Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Bali. ‘’Dalam setahun kita melakukan pemeriksaan darah sebanyak tiga kali. Hasilnya, dari 28 penderita HIV/AIDS tersebut, 20 orang menderita HIV dan delapan orang menderita AIDS,’’ beber Madiawati.

Yang cukup mengejutkan kata Madiawati, sebanyak 14 penderita HIV/AIDS ini merupakan warga Lombok Utara yang pernah bekerja di luar daerah maupun luar negeri. Bagaimana mereka terjangkiti penyakit ini sebut Madiawati, itu yang masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Yang jelas, ke-14 penderita HIV/AIDS ini membawa penyakit dari tempatnya merantau kemudian pulang menulari istri dan anaknya. ‘’Dua warga Dusun Lenek (suami istri), dua warga Desa Malaka, dan satu warga Leong yang menderita HIV/AIDS. Besar kemungkinan, penyakit mematikan ini akan menulari anak-anak mereka,’’ ungkapnya.

Penderita HIV/AIDS ini sambungnya, cirinya hampir sama dengan penderita tubercolusa (TBC). Biasanya, penderita penyakit mematikan ini mengalami demam tinggi selama tiga minggu, susah tidur, dan badannya kurus. ‘’Tetapi untuk memastikan apakah orang itu menderita HIV/AIDS, tetap harus melalui pemeriksaan darah,’’ ujarnya seraya meminta kesadaran warga KLU untuk lebih aktif memeriksakan darahnya agar penyakit HIV/AIDS ini bisa terdeteksi lebih awal. (Apink Alkaff)

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda