Puncak Gili Lawa, NTT. (photo: Apink Alkaff)

Romantisme Tanjung Bunga – UTARAKITA

Serunya petualangan Lombok – Komodo (1)

Romantisme Tanjung Bunga

Empat hari empat malam mengarungi laut utara (Lombok-Komodo-Lombok) sungguh mempesona. Selain kesan istimewa, trip ke timur Indonesia ini juga menyisakan sederet pertanyaan ilmiah yang membutuhkan jawaban. Dan yang paling penting, petualangan bersama para backpacker berbagai belahan dunia ini menyadarkanku betapa saya harus bangga menjadi masyarakat Indonesia timur.

Batu Tiga, perairan Flores, NTT. (photo: Apink Alkaff)

Batu Tiga, perairan Flores, NTT. (photo: Apink Alkaff)

Apink Alkaff – Utarakita

Tujuan memang bukan yang utama dalam satu petualangan. Menikmati dan memaknai setiap proses petualangan justru lebih penting dari tujuan utama itu sendiri. Pun halnya dengan petualangan Komodo kali ini.

Melihat The Dragon Komodo dari dekat juga bukan obyek utama yang bisa dinikmati dalam petualangan bersama Wanua Adventures ini. Tetapi, menikmati indahnya gugusan pulau-pulau tak berpenghuni bersama ‘’bidadari-bidadari pirang’’ justru menjadi pengalaman tak kan terlupakan.

Kali ini, pengarungan dimulai dari Bangsal Pemenang, Carik Bayan (Lombok Utara), Pulau Sugian (Lotim), Pulau Moyo (Sumbawa), dan Pulau Satonda (Dompu). Di kawasan Laut Flores, spot pertama yang dikunjungi adalah Gili Lawa, selanjutnya Manta Point (Takat Makasar), Pink Beach, Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Kelor, dan berakhir di Labuan Bajo.

Mancing Cumi, salah satu aktivitas menarik di perairan Gili Lawa, NTT.(photo: Apink Alkaff)

Mancing Cumi, salah satu aktivitas menarik di perairan Gili Lawa, NTT.(photo: Apink Alkaff)

Memang, Komodo adalah satu-satunya binatang purba yang masih tersisa di planet ini. Tapi itu bukan berati, Komodo adalah satu-satunya binatang paling menakjubkan yang bisa kita pelajari selama cruise. Karena selama pengarungan, mata dan hati para petualang lautan ini akan dimanjakan oleh heningnya Pantai Carik (Bayan), sunyinya Pulau Sugian, romantisnya Pulau Moyo, dan amazing Satonda. Tidak sampai disitu, begitu kapal kayu yang kita tumpangi memasuki perairan Nusa Tenggara Timur, para traveler juga akan disajikan keindahan pantai timur berpasir putih yang menakjubkan.

Bermula dari Gili Lawa yang menjadi gugusan awal pulau-pulau di timur Indonesia ini. Exotic Gili Lawa, mungkin satu kata itu cukup mewakili keindahannya. Di titik ini, kata wow yang keluar dari mulut saya makin sering terdengar. Dari Gili Lawa ini saya pun mulai lebih banyak berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas indahnya anugerah alam ini.

Kenyamanan yang ditawarkan Lombok-Komodo Cruise. (photo: Apink Alkaff)

Kenyamanan yang ditawarkan Lombok-Komodo Cruise. (photo: Apink Alkaff)

Semakin ke timur kami berlayar, semakin indah pesona alam yang kami nikmati. Pengalaman berinteraksi dan berenang bersama Big Manta dengan lebar sekitar tiga meter tak kalah menariknya ketimbang melihat Komodo yang sedang bermalas-malasan di sekitar dapur petugas Taman Nasional Komodo.  Pesona binatang laut Takat (lautan dangkal) Makasar yang satu ini juga sungguh memicu adrenalin. Karena memang ada rasa was-was bercampur penasaran saat berada sekitar 1,5 meter dan bergerak bersama sejumlah Big Manta. Lebih-lebih bagi wisatawan yang sebelumnya kurang akrab dengan dunia bawah laut.

Mungkin saya lebih terpukau pada pandangan pertama saat melihat Manta, Jesper Wiklund, peselancar asal Swedia dan kekasihnya yang berkebangsaan Francis justeru mengaku lebih terkesan ketika snorkling malam hari di sekitar Pink Beach. Karena saat menyelam malam hari, miliaran plangton ini memberikan efek cahaya beraneka warna. ‘’It’s amazing,’’ kata Jesper berulang kali sambil menggelengkan kepala.

Selain mempelajari keunikan fauna, petualangan ke Komodo juga menawarkan keindahan flora. (photo: Apink Alkaff)

Selain mempelajari keunikan fauna, petualangan ke Komodo juga menawarkan keindahan flora. (photo: Apink Alkaff)

Beda halnya dengan sejumlah wisatawan lain yang mengaku lebih terkesan saat melihat jutaan Flying Fox keluar dari sarangnya. Tepatnya, dari rimbunya pulau bakau antara Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di spot ini  kami terkesima menikmati matahari tenggelam berlatar jutaan Kalong (kelelawar) yang berhamburan keluar mencari makan. Rombongan jutaan kalong ini bergerak alami menuju daratan sekitar. Ada yang ke timur menuju daratan Flores, ada yang ke barat dan ke utara menyisiri gugusan-gugusan pulau antara NTT dan NTB.

Dan yang jauh lebih penting dari itu semua, berinteraksi dan bersosialita dengan para petualang dari berbagai kebangsaaan selama cruise ini akan menjalin satu ikatan kekeluargaan yang unik. Karena hidup bersama selama empat hari empat malam di atas kapal kayu ini otomatis akan menyisakan hubungan emosional yang cukup spesial. Tak terelakkan pula, romantisme tanjung-tanjung bunga dan keindahan alam bawah laut selama Sail Komodo ini akan menjebak para petualangan dalam ikatan rasa yang teramat spesial. Seperti birunya laut atau hijaunya hamparan savana di sepanjang pengarungan. (bersambung)

*Tertarik dengan petualangan ini, call us : 081805224550

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com