Kepala KPT KLU H Sumadi

Lima bulan KPT KLU terbitkan 107 izin

Lombok Utara (Utarakita) – Dalam lima bulan terakhir (Januari-Mei), Kantor Perizinan Terpadu (KPT) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat, menerbitkan 107 izin. Tak heran, target pendapatan asli daerah (PAD) setahun yang dipatok KPT KLU sebesar Rp 1,175 miliar sudah melampaui target. ‘’Sejak Januari sampai Mei 2015 ini, capaian PAD dari KPT sudah Rp 2,1 miliar,’’ kata Kepala KPT KLU H Sumadi SH, belum lama ini.

Mantan Camat Gangga ini menjelaskan, dari 107 izin yang diterbitkan, sembilan diantaranya adalah izin penggunaan tanah. Izin ini dibutuhkan sebagai alas hukum pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB). Sedangkan IMB sendiri sambung Sumadi, dalam lima bulan terakhir ini pihaknya sudah mengeluarkan sedikitnya 28 IMB.

Selain 28 IMB kata Sumadi merincikan, KPT sudah menerbitkan 21 izin lingkungan (HO) dan 14 tanda daftar usaha pariwisata. Izin tanda daftar usaha pariwisata ini terangnya, dibutuhkan sebelum hotel yang bersangkutan mulai menerima tamu.

Dari 107 izin yang diterbitkan, rata-rata merupakan izin di sektor pariwisata. Ini sebut Sumadi, menandakan geliat positif investasi sektor pariwisata di Lombok Utara. ‘’Kami melayani dengan hati untuk mendapatkan hasil terbaik,’’ sebut Sumadi seraya membeberkan maksud moto pelayanan tersebut.

Saat ini saja ungkap Sumadi, ada empat hotel berbintang yang tengah dalam proses pembangunan. Salah satunya, hotel 13 lantai dengan 300 kamar yang akan dibangun kawasan pantai Malimbu. ‘’Diperkirakan, hotel berbintang ini akan beroperasi akhir 2016 atau awal 2017,’’ imbuh Kasi Klarifikasi KPT KLU, Erwin Rahadi.

Erwin menambahkan, salah satu hotel berbintang lain yang dalam proses pembangunan ada di kawasan pantai Dusun Kecinan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang adalah Hotel Santika. Hotel Santika yang masih satu group dengan Gramedia ini juga tak kalah besarnya dengan hotel berbintang yang akan dibangun di kawasan Malimbu tadi.

Erwin memperkirakan, selama 2015 ini, KPT KLU akan mampu mencapai masukan PAD sekitar Rp 3 miliar. ‘’Tak berlebihan jika kita berharap, KPT KLU ini bisa segera berubah menjadi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu KLU,’’ tandasnya. (Apink Alkaff)

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda