Keindahan Gili Lawa, Nusa Tenggara Timur. (photo:Apink)

Exotic Gili Lawa dan Amazing Big Manta – UTARAKITA

Serunya petualangan Lombok – Komodo (2)

Exotic Gili Lawa dan Amazing Big Manta

Jika seorang pendaki bijak berkata; Kau tak akan pernah menaklukkan satu gunung, kau hanya berdiri beberapa detik di puncak, kemudian tiupan angin menghilangkan jejak-jejak kakimu. Beda halnya dengan Sail Komodo Dragon Backpacker Cruise yang kami tawarkan. Kau bisa memilih dan menaklukkan salah satu bidadari pirangnya, atau salah satu bidadari pirang itulah yang akan memilih dan menaklukkanmu. Kemudian, kau hanya bisa berpura-pura berdiri setegar bakau dan melihatnya menghilang di heningnya Labuan Bajo.

Exotisme Gili Lawa, NTT. (photo: Apink Alkaff)

Exotisme Gili Lawa, NTT. (photo: Apink Alkaff)

Apink Alkaff – Utarakita

The Dragon Komodo memang tidak sefantastik yang saya bayangkan selama ini. Satu-satunya binatang purba yang tersisa di belahan bumi ini juga tidak sesangar atau seganas yang saya sangka. Namun, sisi lain petualangan bersama Wanua Adventure dari Lombok sampai Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur menyuguhkan pengalaman tak terlupakan. Eksotisme pulau-pulau kecil, keindahan alam bawah laut, dan sederet keunikan flora dan fauna selama pengarungan justru memberikan pelajaran yang amat berharga.

Saat ini, ada beberapa perusahaan yang menyediakan jasa petualangan Lombok-Komodo. Namun, Wanua Adventures adalah salah satu perusahaan yang kali  pertama membuka trip Komodo dragon backpacker cruise. Profesionalisme para awak kapal dalam menjamu tamu selama empat hari empat malam sangat terasa.

Keramahan dan kearifan lokal warga Pulau Medang Sumbawa, NTB kepada setiap wisatawan yang singgah. (photo: Apink)

Keramahan dan kearifan lokal warga Pulau Medang Sumbawa, NTB kepada setiap wisatawan yang singgah. (photo: Apink)

Sungguh beruntung, dalam cruise yang pertama kali saya lakoni ini kami kebagian kapal baru dan berukuran paling besar (panjang sekitar 25 meter dan lebar 4,5 meter) dibanding beberapa kapal yang menyediakan jasa serupa.  Tidak itu saja, crew kapal Duta Samota ini diawaki enam pelaut ulung Suku Bajo dari Pulau Medang, Sumbawa Besar dan guide senior Mr. Moon dari Ampenan.

Sejak awal perjalan, Bayu selaku Kapten Kapal, Rafi (asisten kapten), Gojes (juru mesin), Yudha dan Iqbal sebagai juru sibuk di dapur menyambut kami dengan ramah. Meski dengan bahasa Inggris seadaannya, mereka tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik.

Rabu pertengahan April 2015 lalu, tepat pukul 12.00 WITA, boat bermesin Yan Mar 30 Hp ini mulai bergerak dari Bangsal, Pemenang, Lombok Utara.  Petualangan kali ini terasa lebih istimewa lantaran jumlah tamu yang ikut cruise tidak terlalu banyak. Kapasitas boat yang biasanya membawa tamu sampai 35 orang ini hanya diisi 15 orang. Menariknya, tujuh laki-laki dan  delapan perempuan yang tergabung dalam cruise ini berasal dari 10 kewarganegaraan yang berbeda.

Pesona Pulau Kelor, NTT. (photo: Apink Alkaff()

Pesona Pulau Kelor, NTT. (photo: Apink Alkaff()

Dua pasang kekasih dari Spanyol dan Canada, dua pemuda India yang digandeng perempuan setengah baya dari Swedia, gadis-gadis berparas ayu dari Australia, Belanda, Inggris, Jerman. Sisanya, saya dan seorang petualang gila dari Francis. Kondisi ini tentu membuat perjalanan lebih berwarna.

Hangatnya obrolan perkenalan di hari pertama petualangan membuat perjalanan empat jam dari Bangsal-Carik, Bayan, tidak terasa. Di salah satu teluk kawasan pelabuhan tertua di Lombok ini kapal  yang kami tumpangi singgah sejenak. Di kawasan sepi, sejuk dan tak penghuni, para tamu berenang menikmati jernihnya laut selama hampir satu jam. Selanjutnya, boat kayu berwarna putih bercorak biru muda ini membawa kami menuju Pulau Sugian, Lombok Timur. Di perairan tenang tepian Pulau Sugian malam pertama kami lewati dengan jangkar tertambat di dasar lautan. (bersambung)

*Tertarik dengan petualangan ini, call us : 081805224550

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com