Menyusuri dan mencari Komodo Dragon di Loh Buaya, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Barat. (photo: Apink)

Rinjani dan Tanjung Bunga – UTARAKITA

Serunya Petualangan Lombok – Komodo (3)

Rinjani dan Tanjung Bunga

Meniti garis-garis vertikal di sepanjang garis pantai utara sungguh menenangkan jiwa. Biru ombak begitu ramah mengiringi pengarungan kami. Dari kejauhan, dinding-dinding pasir berjejer rapuh di tepian timur Pulau Lombok. Hijau anggun dan biru tersapu bayang-bayang putih membentang menutupi aurat Dewi Anjani.

Salt Lake, Satonda, Dompu, NTB.(photo: Apink Alkaff)

Salt Lake, Satonda, Dompu, NTB.(photo: Apink Alkaff)

Apink Alkaff – Utarakita

Ada beberapa kesamaan antara mendaki Taman Nasional Gunung Rinjani dan mengarungi Tanjung Bunga Laut Flores. Waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menggapai puncak 3.726 mdpl dan menikmati cozy times di Danau Segara Anak sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk petualangan mengarungi lautan menuju Taman Nasional Komodo.

Obyeknya pun hampir sama. Same-same but different. Menyusuri kampung-kampung tradisional, melintasi hutan tropis dan menyusuri setapak di tengah sabana, mandi air terjun, berendam di danau, dan mendaki puncak tertinggi sama-sama bisa dinikmati selama petualangan di kedua tempat ini.

Ketika kami disambut hangat penghuni kampung tradisional Komodo yang beragama Islam dari berbagai etnis, saya teringat akan keunikan penduduk kampung tradisional Senaru yang menganut budaya Islam Wetu Telu.

Landscape Kampung Komodo, NTT.(Photo: Apink Alkaff)

Landscape Kampung Komodo, NTT.(Photo: Apink Alkaff)

Berendam di salt lake (danau garam) Satonda juga mengingatkanku akan hangatnya sulfur lake (danau belerang) Segara Anak. Atmosper membelah lembah hutan tropis Komodo juga tidak jauh beda dengan menyusuri hutan tropis jalur Senaru-Pelawangan.

Jika di Segara Anak para pendaki dimudahkan memancing ikan mujaer, nila, atau karper, para pengarung Tanjung Bunga dimanjakan memancing ikan calamary (cumi), baronang, tongkol, atau berbagai jenis ikan laut lainnya.

Uniknya, selama petualangan Rinjani maupun Tanjung Bunga Flores ini, kita lebih banyak menjumpai para petualang asal eropa yang didominasi perempuan.  Yang tak kalah pentingnya, kedua petualangan ini sama-sama membutuhkan asap dan penghangat.  Dan yang pasti, petualangan keduanya sama-sama membutuhkan mental dan nyali tebal.

Harmoni kehidupan di pulau Rinca, NTT.(photo: Apink Alkaff)

Harmoni kehidupan di pulau Rinca, NTT.(photo: Apink Alkaff)

Rusa, babi hutan, kerbau liar, elang, dan gagak bisa ditemukan di Rinjani juga bisa ditemukan di Pulau Komodo atau Pulau Rinca. Di Rinjani kita mungkin bisa menjumpai biawak yang masih satu spesies dengan the dragon komodo. Hanya saja litle dragon di Rinjani ini ukurannya lebih kecil.

Rombongan pendaki Rinjani menginap dan bercengkrama dalam tenda-tenda, sedangkan rombongan pengarung Tanjung Bunga datang dengan kapal kayu atau kapal yack.

Bedanya lagi; Jika pendakian Rinjani menguras energi saat menyusuri tebing terjal, mengarungi Tanjung Bunga menguras emosi saat membelah ombak lautan.  Pendakian Rinjani membutuhkan sepatu boot dan baju hangat, tetapi pengarungan Tanjung Bunga bisa dilakukan tanpa alas kaki dan berbikini. Pendakian Rinjani menyisakan bekas di wajah yang terkelupas, sedangkan pengarungan Tanjung Bunga meninggalkan jejak di dipundak yang terkuak.

Alhasil, kawasan timur Indonesia ini adalah Dewi Anjani yang terlentang bermahkotakan bunga-bunga tanjung yang biru, hijau, jingga, dan siap menaklukkan siapa saja yang coba menjamahnya.(*)

*Tertarik dengan petualangan ini call us: 081805224550

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com