Demi utarakita, jati diri dan harapan

Kembali demi Utarakita, coba kami awali dengan bismillahirrahmanirrahim. Tidak banyak telah kami pelajari untuk kami bawa pulang. Tetapi kami yakin, ketulusan niat yang mengawali langkah ini akan memberikan pencerahan untuk kami dan utarakita. Terutama bagi pribadi-pribadi yang mendedikasikan hidup untuk tetap belajar dan berjuang menatap perubahan yang lebih baik.

Mungkin kami belum sanggup beramal dengan anggota tubuh. Tetapi kami akan mencoba mengerjakannya dengan ketaatan lisan dan tulisan. Kalau pun kami masih belum mampu melakukannya dengan ketaatan lisan, kami akan tetap bersuara dalam goresan tinta. Dan yang pasti, kami tidak akan diam dengan ketaatan hati dalam menyikapi ketidakadilan di negeri ini.

Ketulusan niat dan keyakinan inilah yang membawa kami pulang untuk ikut berbuat demi kebaikan utarakita. Tekad dan ketabahan hati yang kami bawa ini seakan tiada cacat dan cela.

Ayah, ibu, paman, dan saudara-saudaraku, selama ini kalian telah menyapih kami dari tanah kelahiran. Materi perjuangan dan cara bertahan hidup telah kalian ajarkan. Makna kesabaran dan kebesaran hati telah kalian tuangkan.

Kini, kami pulang untuk memberikan warna baru. Yang akan menambah cita rasa dalam proses pendewasaan diri kami. Mengungkapkan dan mengabadikan penggalan perjuangan kehidupan dalam rangkaian tulisan dan gambar adalah cara kami memaknai hidup. Melihat sudut pandang kehidupan dari sisi lain adalah tuntutan kami.

Banyak mampi, ide, dan kreasi yang akan kami bagi. Banyak harapan dan cita-cita yang akan kami tawarkan. Mewujudkannya adalah tantangan kita. Demi utarakita.

Perjalanan waktu telah membawa kita dalam dua sisi kehidupan dunia yang berbeda; dunia nyata dan dunia maya. Perkembangan zaman pun telah menyeret kita dalam era digital kehidupan masyarakat modern. Yang menuntut kita untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri.

Di ruang digital dunia maya inilah kami menempatkan diri. Melakoni peran sebagai pembawa pesan. Menyuarakan perubahan dan mengulas konsep. Berkreasi dalam kerangka berpikir positif untuk mengurangi kebiasaan negatif generasi nanti (cyber generation).

Jaringan kerjasama dalam menyampaikan pesan menjadi keniscayaan yang harus kami bangun. Membuka diri dalam menggapai prestasi bersama mutlak kami sadari. Dan kini, semangat kami telah berwujud menjadi kekuatan demi kemajuan utarakita.

Kami berharap, ini adalah langkah awal kami dalam menginvestasikan karya di pekarangan rumah sendiri. Yang kelak bisa tumbuh dan berbuah manis untuk masa depan yang dinamis. Dan menjadi teladan kecil nan abadi bagi generasi penerus nanti. Dari utarakita untuk dunia. (*)

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda