Politik santun ditunjukkan kedua calon Bupati KLU, H Djohan Sjamsu dan H Najmul Ahyar dalam pentas pencabutan nomor urut di Lapangan Umum Tanjung.

Filosofi dan makna angka 1 dan 2 dalam Pilkada KLU

Lombok Utara (Utarakita) – Sambutan elegan dan penuh makna dari Divisi Hukum KPU Nusa Tenggara Barat Yanmarli SH dalam tahapan pemilihan nomor urut Pilkada Kabupaten Lombok Utara sanggup menurunkan panasnya tensi politik di Lapangan Umum Tanjung, Rabu (26/8). Penyampaian filosofi politik dan makna angka satu dan dua versi KPU NTB ini diterima dan mendapat sambutan positif dari kedua masa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU.

Menurut Yanmarli, secara kebetulan, hingga ditetapkan pada 24 Agustus lalu, KPU Lombok Utara hanya menerima pendaftaran dua calon. Kalau merujuk teori logika matematika kata Yanmarli, semua nomor yang berdiri sendiri tidak memiliki makna. Tetapi, jika nomor itu dikombinasikan dengan nomor lain, akan memiliki esensi dan makna.

Secara kebetulan pula sambungnya, di Lombok Utara hanya ada dua calon. Nomor satu akan mendapatkan nomor satu dan nomor dua akan mendapat nomor dua.

‘’Kelahiran angka satu mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita semua. Angka satu tidak pernah ada tanpa ada angka dua. Begitu pun dengan angka dua yang tidak akan berarti tanpa angka satu,’’ kata Yanmarli yang mendapat aplous dari kedua calon maupun masa pendukungnya.

Kedua angka ini sambung Yanmarli, toh juga akan menghasilkan angka yang sama, yakni angka tiga. ‘’Saya berharap, siapapun nantinya, rakyat Lombok Utara lah yang mendapatkan akumulasi dari jumlah angka itu. Siapa pun yang terpilih nanti, yang jelas rakyat KLU akan menikmati makna angka tiga untuk pembangunan, kemaslahatan, dan keamanan Lombok Utara untuk lima tahun mendatang,’’ tandas Yanmarli yang kembali mendapat sambutan tepuk tangan.

Makna dan filosofi angka satu bagi pasangan Jadi yang disampaikan calon Wakil Bupati KLU Mariadi juga sangat dalam. Menurut politisi Partai Golkar ini, angka satu adalah lambang keabadian yang tidak terkalahkan.

‘’Kata orang tua saya, satu-satunya huruf dalam Alquran yang tidak terkalahkan adalah alif,’’ kata Mariadi.

Kata guru filsafat saya sambung Mariadi, angka satu itu adalah lambang keabadian. Sedangkan angka lain itu alam dan sifat alam itu bahru.

Sementara calon Bupati KLU nomor urut dua H Najmul Ahyar justeru menanggapi pemaknaan angka yang disampaikan pasangan saingannya (Jadi). Menurut Najmul, ini adalah babak kedua. ‘’Bapak Mariadi mengajarkan kita tentang filsafat keabadian. Bahwa kekuasaan tidak ada yang abadi. Sejarah nomor dua yang menang akan terulang,’’ ungkap Najmul.

Bagi Ketua KPU KLU Fajar Martha, filosofi dan makna nomor satu atau pun nomor dua adalah sama. ‘’Nomor satu maupun nomor dua bagi saya sama. Keduanya adalah jagoan saya,’’ ungkap Fajar .(Apink Alkaff)

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com