Pasangan Jadi mendapat nomor urut sakti satu, pasangan Nasa mendapat

Pasangan Jadi nomor urut sakti satu, pasangan Nasa nomor keramat dua

Lombok Utara (Utarakita) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat, menetapan nomor urut calon bupati dan wakil bupati menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Desember 2015 mendatang. Pasangan Djohan Sjamsu – Mariadi (Jadi) mendapat nomor sakti satu, sedangkan pasangan H Najmul Ahyar – Syarifudin (Nasa) kebagian nomor keramat dua.
Sesuai nomor urut, calon Bupati H Najmul Ahyar dipersilahkan lebih dulu mengambil nomor urut yan disusul calon Bupati KLU Djohan Sjamsu. Hasilnya, pasangan Jadi mendapat nomor sakti dan pasangan Nasa mendapat nomor keramat ”Perkiraan saya tepat, Djohan Sjamsu akan mendapat nomor urut satu. Sedangkan Najmul mendapat nomor urut dua,” ungkap salah seorang staf yang menjaga stand pameran Departemen Agama KLU sesaat sesuai pencabutan nomor urut.

Dalam sambutannya, Ketua Divisi Hukum KPU NTB Yanmarli mengungkapkan, berdasarkan logika matematika nomor urut itu tidak memiliki arti. Tetapi, ketika nomor urut itu dikombinasi dengan nomor lain, maka akan memiliki esensi dan makna. ‘’Kelahiran angka satu mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita semua. Angka satu tidak pernah ada tanpa ada angka dua. Begitu pun dengan angka dua yang tidak akan berarti tanpa angka satu,’’ kata Yanmarli yang mendapat aplous dari kedua calon maupun masa pendukungnya.

Kedua angka ini kata Yanmarli, toh juga akan menghasilkan angka yang sama, yakni angka tiga. Ia lantas berharap, siapapun nantinya, rakyat Lombok Utara lah yang mendapatkan akumulasi dari jumlah angka itu. ”Siapa pun yang terpilih nanti, yang jelas rakyat Lombok Utara akan menikmati makna angka tiga untuk pembangunan kemaslahatan, keamanan selama lima tahun mendatang,’’ tandas Yanmarli yang kembali mendapat sambutan tepuk tangan.

Seperti biasa, Djohan yang beruntung mendapat nomor urut satu mendapat kesempatan pertama. Dalam sambutannya singkatnya, mantan Ketua Tim Pemekaran Pembentukan KLU ini mengingatkan kembali akan sejarah terbentuknya KLU. ”Saya hanya ingin mengingatkan kembali sejarah terbentuknya Kabupaten Lombok Utara. Gunakan hak pilih sebaik-baiknya. Jaga keamanan dan persatuan bersama,” ungkap Djohan yang disambut riuh aplous pendukungnya.

Sedangkan dalam orasi singkatnya, calon Wakil Bupati KLU Mariadi mengaku teringat akan pesan kedua orang tuanya. Menurut Mariadi, angka satu adalah lambang keabadian yang tidak bisa terkalahkan. ‘’Kata orang tua saya, satu-satunya huruf dalam Alquran yang tidak terkalahkan adalah alif,’’ kata Mariadi.

Kata guru filsafat saya sambung Mariadi, angka satu itu adalah lambang keabadian. Sedangkan angka lain itu alam, dan sifat alam itu bahru

Sementara itu, dalam kesempatan berorasinya, Najmul juga teringkat apa yang baru saja diungkapkan seniornya Djohan, bahwa ini adalah babak kedua. Najmul juga mengomentari filsafat keabadian yang dilontarkan Mariadi. Menurut Najmul, kekuasaan tidak ada yang abadi. ”Sejarah nomor dua yang menang akan terulang,’’ ungkap Najmul yakin.

Setelah dilakukan penetapan nomor urut, kedua pasangan calon ini berhak mendapatkan pengawalan selama 24 jam dari petugas Kepolisian Resor persiapan Kabupaten Lombok Utara. Pengawalan ekstra yang didapat kedua pasangan calon ini setara dengan pengawalan seorang bupati dan wakil bupati. Selanjutnya, pada 27/08 ini, kedua pasangan calon ini akan menggelar kampanye damai bersama di Lapangan Tanjung. (Apink Alkaf)

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com