Balon gas yang membawa spanduk pasangan Nasa yang nyangkut di cemara dalam deklarasi damai Pilkada KLU, Kamis (27/8).

Balon gas Nasa nyangkut di cemara Jadi trend topik

Yang tersisa dari arena deklarasi damai Pilkada Lombok Utara

Pelepasan balon gas sebagai simbol kebersamaan dalam deklarasi damai dan komitmen integritas yang digelar KPU Kabupaten Lombok Utara cukup menyedot perhatian warga Lombok Utara. Simbol kebersamaan dengan pelepasan balon gas ini menyisakan beragam opini. Bahkan, pristiwa dalam pelepasan balon gas ini menjadi trend topik politik yang banyak dibicarakan warga Lombok Utara.

Apink Alkaff – Utarakita

Sebelum deklarasi damai digelar, pasangan Djohan Sjamsu – Mariadi hadir lebih awal. Keduanya datang tanpa pengdawalan masa pendukung.

Saat kursi pendukung pasangan Jadi masih lengang, datang rombongan masa pendukung pasangan Najmul–Syarif (Nasa). Selain dipenuhi masa yang membawa berbagai atribut kampanye, kedatangan masa pendukung Nasa diramaikan tabuhan belasan pemain gendang belek. Tak heran, kedatangan masa pasangan Nasa merubah suasana yang tadinya sunyi menjadi bingar dan ramai.

Beda halnya dengan masa rombongan pasangan Jadi yang datang santun tanpa teriakan politik. Masa Jadi yang sebagian besar mengenakan kaos putih–biru bertuliskan Jadi ini datang dari arah belakang panggung politik. Dari segi jumlah, kedua pasangan ini membawa kekuatan masa yang berimbang.

Acara seremonial deklarasi damai dan penandatangan komitmen integritas ini berlangsung sesuai tata cara yang telah ditetapkan empunya gawe, KPU KLU. Hanya saja, atmosper meriah justeru terlihat di penghujung acara. Tepatnya, sesaat setelah pelepasan balon gas sebagai simbol kebersamaan dilakukan. Kejadian nyangkutnya balon pasangan Nasa dan terbangnya balon pasangan Jadi inilah yang membuat acara seremonial tersebut lebih hangat dan menarik.

Dampaknya, masyarakat Lombok Utara yang pulang dari arena deklarasi damai ini mengartikan sendiri pertanda itu dari sudut pandang masing-masing. ‘’Balon gas pasangan Jadi yang terbang tinggi dan balon gas pasangan Nasa yang nyangkut di pohon cemara menjadi trend topik politik yang paling banyak dibahas warga Lombok Utara saat ini,’’ kata Jumadil, warga Tanjung sambil tersenyum tipis.

Masa pendukung Jadi kemudian meyakininya sebagai satu pertanda baik. Ada juga yang tidak mempedulikan peristiwa itu sama sekali.

Djohan Sjamsu yang menjadi calon Bupati KLU juga tampak terhibur dengan acara pelepasan balon gas tersebut. Simbol kebersamaan dalam deklarasi damai itu membuat Djohan tersenyum lebar. Pun halnya dengan Mariadi, calon pendamping Djohan yang meninggalkan arena deklarasi dengan senyum renyah sambil menunjuk-nunjuk balon Jadi yang membawa namanya terbang tinggi.

Beda halnya dengan kubu Najmul – Syarif (Nasa) calon Bupati dan Wakil Bupati KLU ini meninggalkan arena deklarasi dengan raut wajah serius. Sampai Lapangan Umum Tanjung nyaris sepi dari masa pendukung kedua kubu, balon gas yang membawa spanduk pasangan Nasa masih tetap nyangkut di pohon cemara persis di depan kantor Bupati KLU. (*)

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com