Pelepasan balon terbang sebagai simbul kebersamaan dalam deklarasi damai Pilkada KLU di Lapangan Umum Tanjung.

Balon Jadi terbang tinggi, balon Nasa nyangkut di pohon cemara

Sebelum menutup deklarasi damai, gawe KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar acara pelepasan balon terbang sebagai simbul kebersamaan. Menariknya, balon terbang yang dilepas dengan baliho pasangan Nasa nyangkut di pohon cemara Lapangan Umum Tanjung. Sedangkan balon terbang pasangan Jadi terbang perlahan dan kemudian membumbung ke angkasa. Bagi pendukung pasangan Jadi, isyarat dan pertanda ini tentu dipenuhi harapan kemenangan. Sedangkan bagi sebagian pendukung pasangan Nasa, diharapkan balon terbang itu hanyalah balon biasa yang dilepas sebagai simbul.

Dalam orasi damainya, calon Bupati KLU H Djohan Sjamsu mengingatkan seluruh masyarakat Lombok Utara agar menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pilkada KLU. ‘’Tidak perlu ribut, tidak perlu berkelahi. Mari polong renten (saudara) kita sama-sama menjaga keamanan untuk Lombok Utara,’’ kata Djohan.

Pasti kita Jadi kata Djohan, pasti kita berhasil merebut hati warga Lombok Utara. ‘’Saya yakin kami akan memenangkan Pilkada KLU,’’ kata Djohan.

‘’Gunakan hak pilih anda, pilih sesuai hati nurani. Karena yang terpilih adalah yang mampu melaksanaan tugas dan mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin,’’ tandasnya.

Sedangkan dalam orasi dan kampanye damainya, calon Bupati KLU H Najmul Ahyar mengawali dengan ucapan terimakasih kepada Djohan Sjamsu. ‘’Era saya untuk mengabdikan diri pada periode pertama sudah selesai. Sekarang kita melaksanakan pilkada KLU kedua. Kami yakin akan memenangkan pilkada ini,’’ tegas Najmul.

Sama dengan apa yang diharapan Djohan, Najmul juga meminta seluruh pendukungnya dan warga KLU menjaga persatuan dan kesatuan Lombok Utara. ‘’Keamanan dan persatuan lebih penting dari tujuan pilkada itu sendiri,’’ ungkap Najmul.

Menambahkan orasi Najmul, calon Wakil Bupati KLU Syarifudin menyebutkan, kepastian itu milik Allah. ‘’Yang pasti itu mati saudara-saudaraku.,’’ ujarnya.

Kalau kita lihat sejarah sambung Syarif, negara ini ada karena pemuda. ‘’Pada 1998 tumbangnya rezim Soeharto adalah karena kehendak pemuda. Pada 2008 juga, pemuda KLU berhasil membentuk negara kecil yang namanya Kabupaten Lombok Utara. ‘’Insyaallah periode kedua ini Lombok Utara juga bupatinya dari kalangan muda,’’ ujar Syarif disambut riuh tepuk tangan pendukungnya. (Apink Alkaff)

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com