Itratip ST MT, Ketua Lembaga Riset Nusantara (LRN)

Hasil Survei LRN: 88 persen warga Lombok Utara rasakan kemajuan pembangunan

Lombok Utara (Utarakita) – Hasil survei yang dirilis Lembaga Riset Nusantara (LRN) menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Sebanyak 88 persen warga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku merasakan kemajuan pembangunan Lombok Utara selama lima tahun terakhir. Lembaga survei independen ini juga mengungkapkan, sebanyak delapan persen warga Lombok Utara mengaku tidak merasakan kemajuan pembangunan dan empat persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Ketua Lembaga Riset Nusantara, Itratif ST.MT menjelaskan, survei persepsi masyarakat terhadap kinerja Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini dilakukan atas 610 responden yang tersebar di 33 desa dan lima kecamatan se-KLU. Survei ini terang Itratip, dilakukan selama enam hari dari 6 sampai 12 Agustus 2015 lalu.

‘’Tingkat kepercayaan masyarakat dalam survei dengan metode yang kami lakukan ini 95 persen dengan margin erorr sekitar lima persen,’’ ungkap lulusan Program Magister Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang kepada Utarakita.com, Senin (31/8).

Itratip yang kini menjadi dosen Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB ini menjelaskan, LRN menggunakan metodologi survei multistage random sampling. Multistage sampling ini jelasnya, merupakan bentuk kompleks cluster sampling. Keuntungannya, biaya dan kecepatan survei dapat dilakukan, mudah menemukan sampel survei, dan hasilnya lebih akurat dari cluster sampling untuk ukuran sampel yang sama.

Selain melakukan penyelidikan hasil pembangunan yang dirasakan warga KLU, LRN juga melakukan survei terkait informasi Pilkada KLU 2015 yang diserap warga Lombok Utara. Hasilnya, 82 persen warga Lombok Utara mengaku sudah mengetahui bahwa pada 9 Desember 2015 nanti akan dilaksanakan pilkada langsung memilih Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara periode 2015-2020. Sebanyak 16 persen warga Lombok Utara mengaku belum mengetahui adanya pilkada dan dua persen tidak tahu atau tidak menjawab. ‘’Kami juga melakukan survei tingkat partisipasi masyarakat Lombok Utara dalam menggunakan hak suaranya pada 9 Desember 2015 mendatang,’’ ujar Itratip yang menyelesaikan S1-nya di Fakultas Teknik Universitas Mataram ini.

Syukurnya sambung Itratip, sebagian besar atau sekitar 99 persen warga Lombok Utara menyatakan kesiapannya memilih Bupati dan Wakil Bupati KLU periode 2015-2020. ‘’Sebanyak lima persen warga Lombok Utara mengaku ragu-ragu untuk memilih, tiga persen mengaku tidak akan menggunakan hak suaranya, dan dua persennya tidak menjawab alias tidak tahu,’’ tandasnya. (Apink Alkaff)

 

 

 

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com