Haji Ibrahim, salah satu tokoh masyarakat di Telok Kodek, Pemenang, Lombok Utara, NTB.

Hasil Survei LRN: Pengalaman calon bupati menjadi pertimbangan utama

Lombok Utara (Utarakita) – Hasil survei terbaru Lembaga Riset Nusantara (LRN) menunjukkan kedewasaan berpolitik masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB). Survei persepsi publik dalam Pilkada KLU ini menyebutkan, pengalaman seorang calon bupati menjadi pertimbangan utama warga Lombok Utara dalam menentukan pilihan. ‘’Sebanyak 37,7 persen warga Lombok Utara mengaku sangat mempertimbangkan pengalaman calon bupati yang akan dipilihnya,’’ kata Ketua LRN Itratip ST MT, Rabu (2/9).

Lulusan Program Magister Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang ini juga menyebutkan, 23,4 persen warga Lombok Utara mempertimbangkan rekam jejak calon yang akan dipilihnya. Selanjutnya, program kerja yang ditawarkan calon bupati mejadi pertimbangan sekitar 16,9 persen warga KLU sebelum menentukan pilihan.

Menariknya, hanya dua persen warga Lombok Utara yang mempertimbangkan figur tokoh yang mempromosikan calon bupati. Justeru pertimbangan partai politik yang mengusung calon bupati lebih banyak menjadi alasan warga dalam menentukan pilihannya. ‘’Sebanyak 2,3 persen warga KLU mengaku mempertimbangkan parpol mengusung calon bupati dan 5,2 persen warga Lombok Utara mempertimbangkan latar belakang organisasi keagamaan seorang calon bupati,’’ beber Dekan Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB ini.

Dijelaskan Itratip, survei atas 610 responden yang tersebar di 33 desa dan lima kecamatan se-KLU ini menggunakan metodologi survei multistage random sampling. Survei persepi publik dalam pilkada KLU ini dilakukan 6 sampai 12 Agustus 2015 lalu.

Selain menyelidiki pertimbangan sebelum memilih, lembaga independent ini juga melakukan survei terkait dasar utama warga Lombok Utara sebelum menunjukkan pilihannya. Hasilnya cukup melegakan, sebanyak 75 persen warga Lombok Utara mengaku memilih calon Bupati KLU atas dasar pilihannya sendiri. ‘’Hanya 2,6 persen warga Lombok Utara yang mengaku menentukan pilihan karena dasar diberikan uang,’’ ungkap Itratip.

Pengaruh keluarga kata Itratip, menjadi alasan sekitar 9 persen warga Lombok Utara sebelum menentukan pilihan. Sedangkan pengaruh kepala dusun atau tokoh masyarakat menjadi alasan utama bagi sekitar 3,6 persen warga dalam memilih calon pemimpinnya.

Seorang calon bupati yang pernah memberikan bantuan sambungnya, menjadi alasan sekitar 3,4 persen warga Lombok Utara dalam menentukan pilihannya. Sementara kepala desa diakui masyarakat KLU memberikan pengaruh yang sangat kecil (0.3 persen). Malah, pengaruh atasan di kantor dan alasan pernah bertemu dengan calon bupati menjadi dasar utama bagi sekitar 0,7 sampai 0,8 persen warga KLU sebelum menentukan pilihan.

‘’Latar belakang pekerjaan pasangan calon dan dasar satu organisasi (parpol dan ormas keagamaan) menjadi dasar sekitar 0,8 persen warga KLU dalam memilih calon Bupati KLU 9 Desember 2015 mendatang,’’ tandas Itratip. (Apink Alkaff)

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com