Penjabat Bupati KLU Ashari SH MH dalam jumpa pers belum lama ini.

Mutasi Politis Nunggu Penjabat Bupati Naik Haji

Lombok Utara (Utarakita) – Penjabat Bupati KLU Ashari SH MH mulai bermanuver. Meski masa menjabatnya hanya tiga bulan, Ashari dikabarkan menyiapkan kebijakan tidak populis, mutasi.

Kabar santer berkembang, mutasi yang disiapkan Ashari dan Sekda KLU Suardi ini beraroma politik yang sangat kental. Diperkirakan, manuver mutasi ini akan dilakukan saat Penjabat Bupati KLU Ashari menunaikan ibadah haji. Artinya, mutasi bernuansa politik ini akan digelar sekitar akhir September atau awal Oktober 2015 mendatang.

Ketika Ashari menunaikan ibadah haji, otomatis kekuasaan tertinggi di Lombok Utara ada di tangan Sekda KLU Suardi. Seperti halnya sejumlah pejabat lain di Lombok Utara, Suardi juga disebut-sebut memihak ke salah satu kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU. Nah, saat itulah mutasi beraroma politik ini akan digelar.

‘’Memang, Asisten tiga Bupati KLU mengaku mendapat perintah dari Sekda Suardi untuk melakukan pengkajian mutasi,’’ kata Ardianto kepada Utarakita.com, Kamis (10/9).

Terang saja, manuver berlebihan Ashari ini mendapat reaksi keras dari masyarakat maupun politisi KLU. ‘’Jika benar, Penjabat Bupati KLU melakukan mutasi seperti kabar yang tersebar di masyarakat, berarti Sekda KLU Suardi dan Penjabat Bupati KLU Ashari ini punya misi tertentu,’’ tegas Ardianto, Ketua Komisi I DPRD KLU.

Tidak itu saja kata politisi Hanura ini, fakta netralitas aparatur sipil negara yang dibuat belum lama ini hanya mengada-ada dan tidak sesuai perundang-undangan. ‘’Bukankah sudah ada undang-undang yang lebih kuat yang mengatur soal netralitas aparatur sipil negara itu,’’ tandasnya.

Kadis Sosnakertrans Intiha saat melayangkan protes sebelum menandatangani pernyataan netralitas aparatur sipil negara belum lama ini.

Kadis Sosnakertrans KLU, Intiha, saat melayangkan protes sebelum menandatangani pernyataan netralitas aparatur sipil negara belum lama ini.

Selain manuver penjabat bupati dinilai tidak populis, jurus mutasi ini diduga kuat karena pengaruh orang nomor satu NTB. Pasalnya, kasak-kusuk politik yang dilakukan Gubernur NTB di Lombok Utara sudah menjadi rahasia umum.

Bahkan, gerilya politik yang dilakukan TGH Zainul Majdi mendapat cibiran masyarakat Lombok Utara. ‘’Saya yakin, kalau pun Ashari dan Suardi berani melakukan mutasi, itu juga karena bisikan Gubernur NTB yang juga ikut berpolitik di Pilkada KLU ini,’’ kata salah seorang pejabat KLU yang minta namanya tidak disebutkan. (Apink Alkaff)

 

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
  • jamaah

    berita hanggat dang nendang broooooo