Ahmad Subaidi fotografer Antarafoto on duty. (photo:ibeng )

Foto Ahmad Subaidi Dibajak, Jurnalis Teriak – UTARAKITA

Mataram – Foto Ahmad Subaidi (Ucup) dibajak,  jurnalis Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) teriak. Ceritanya: foto presean karya fotografer Ahmad Subaidi, atau yang akrab disapa Ucup ini dipakai di salah satu halaman buku yang dikeluarkan instansi plat merah NTB. Masalahnya, ini bukan kali pertama instansi tersebut mengunduh dan menggunakan tanpa sepengetahuan fotografer Antarafoto ini.

‘’Untuk kesekian kalinya terjadi lagi, penggunaan foto tanpa sepengetahuan pemilik foto tiba-tiba aja udah nongngol di buku. Foto presean yang dipakai dalam buku itu tidak ditulis sumbernya dari mana. Foto asal dipake aja untuk kebutuhan terbitan mereka,’’ kata Ucup di akun sosial pribadinya.

Foto presean karya Ahmad Subaidi, fotografer Antarafoto Mataram inilah yang dibajak BPPD NTB.(*)

Foto presean karya Ahmad Subaidi, fotografer Antarafoto Mataram inilah yang dibajak BPPD NTB.(*)

Sejak kasus pembajakan karya intelektual ini mencuat di media sosial, para pekerja fotografer dan awak media merespon. Fathul Rakhman, jurnalis Lombok Post langsung teriak. Sejumlah wartawan cetak maupun elektronik Mataram pun tersedot mengamati perkembangan kasus pembajakan foto ini.

Seharian ini rame soal foto Ahmad Subaidi yg dipakai tanpa izin oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Hanya satu foto kecil kata Fatul, tapi tetap saja foto yg pernah naik di antarafoto itu menjadi hak cipta fotografernya. ‘’Ucuf atau Amaq Laiqa – panggilannya – bukan orang yang pelit membagi karyanya. Fotonya banyak dipakai Budpar, Humas Pemprov, dan tdk semuanya itu dibayar. Cukup mencantumkan namanya,’’ kata Fathul.

Fathul juga mengaku punya pengalaman foto-fotonya dipakai pameran maulid. Malahan 1/3 foto yang dipakai itu foto jepretannya yang pernah naik di koran. ‘’Dan momen-momen di foto itu hanya saya sendiri di lokasi yg membawa kamera,’’ jelas Fathul dalam akun sosial pribadinya.

Kejadian pencaplokan karya cipta ini juga mendapat sorotan dari jurnalis Mataram lainnya. Alhasil, pembajakan karya cipta ini pun menjadi cukup seksi di dunia maya.

Syukurnya, teriakan para jurnalis ini cepat direspon pihak BPPD NTB. Maklum, di BPPB NTB juga ada beberapa kursi jatah wartawan. ‘’Kawan-kawan, saya sudah bicara kemarin dengan bapak Lalu Hasanudin, beliau menginfokan ke saya sudah berkomunikasi dengan bapak Ahmad Subaidi tentang duduk perkaranya. Kalau seandainya ada hal yg perlu dibicarakan lagi saya siap bertemu dengan saudara Ahmad Subaidi,’’ kata Taufan Rahmadi, salah seorang pengurus BPPD NTB.

‘’Insyallah kita di BPPD NTB sangat menghargai hasil karya siapapun. Saya juga sudah barusan kontak lagi Pak Lalu Hasanudin untuk mengomunikasikan hal ini semua. Mohon maaf jika ada kekurangan. Salam hormat saya untuk semua,’’ kata salah satu aktor media di BPPD NTB.(Apink Alkaff)

 

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com