Ilustrasi penangkapan (ilus: ist)

Mungut Kayu Bajur, Amaq Sami Dibui – UTARAKITA

Mataram – Apes nasib yang dialami Siwamom alias Amaq Sami warga Dusun Pawang Karya, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Lelaki ini dibui dan duduk di kursi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Amaq Sami diadili karena mengambil dua balok kayu di kawasan hutan Lendang Sejeput, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kini, Amaq Sami dibui di Polres Lobar. Kasusnya sudah memasuki masa persidangan.
Kejadian yang menimpa Amaq Sami ini terjadi tiga bulan lalu. Sekitar pukul 12.00 Wita, dua anggota satuan pengamanan kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani tengah patroli. Keduanya bertugas menyusuri kawasan hutan sekitar hutan Bayan.
Saat patroli itulah, kedua petugas mendengar suara penebangan kayu dengan parang. Kedua petugas ini pun mendekati sumber suara dan menemukan terdakwa sedang mengolah kayu jenis bajur.

Terdakwa mengaku, dia mendapatkan kayu olah itu dari Hutan Taman Gunung Rinjani. Ia memugut sebatang kayu jenis bajur yang telah tumbang sejak lama. Lalu, Amaq Sami mengolah kayu dengan kapak dan parang membentuk balok-balok kayu.
”Kayunya diolah menjadi dua batang kayu. Kayu itu rencananya akan digunakan untuk bahan membuat pintu rumah,” kata terdakwa seperti dikutip website Pengadilan Negeri Mataram.
Saat ditanya mengenai izin, Amaq Sami menggelengkan kepala. Ia sama sekali tidak mempunyai seacarik kertas dari pejabat yang berwenang untuk mengambil kayu.

Begitu pun dengan izin mengolah kayu di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani. Sehingga, barang bukti kayu serta Amaq Sami diamankan ke Polres Lombok .
Perbuatan  terdakwa ini diatur dan diancam pidana dalam Pasal 87 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor  18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Ketua PN Mataram I Made Seraman mengaku, perkaranya sedang dalam proses persidangan. Setelah pembacaan dakwaan akan dilanjutkan ke agenda pemeriksaan saksi. ”Perkara itu sedang disidangkan,” kata dia. (Arawali Anandai)

Editor: Apink Alkaff

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
  • memungut ? ketimbang sia sia.. waktu tangkap tangan di TPK apakah kayu memang kelihatan sudah lama ditebang atau baru.. ?