Aparatur Sipil Negara Kabupaten Lombok Utara, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Isu Mutasi Ganggu Kinerja ASN KLU – UTARAKITA

‘’Pejabat dihimbau tidak hadiri undangan mutasi’’

Lombok Utara – Isu mutasi yang berhembus belakangan ini sangat mengganggu kinerja aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan, isu mutasi ini dikhawatirkan mengganggu stabilitas politik Lombok Utara yang akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati KLU, 9 Desember 2015 mendatang.

Ketua Komisi I DPRD KLU Ardianto menyebutkan, isu mutasi yang terkesan dipaksakan menjelang Pilkada KLU ini sudah sangat mengganggu kinerja pegawai Pemda Lombok Utara. Ketidakjelasan mutasi yang ditengarai sarat kepentingan ini juga dikhawatirkan merusak jalannya pemerintahan KLU. ‘’Isu mutasi ini menimbulkan keresahan di kalangan pegawai dan pejabat KLU. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kinerja aparatur sipil negara KLU,’’ kata Ardianto, kepada Utarakita.com di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Lombok Utara, Ardianto SH.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Lombok Utara, Ardianto SH.

Politisi Partai Hanura ini mengungkapkan, awalnya isu mutasi ini dikabarkan akan dilaksanakan Jumat (11/9) lalu. Kemudian, pada Senin (14/9), ada undangan mutasi via pesan pendek (SMS) kepada sejumlah pejabat KLU. Namun, SMS undangan mutasi itu tidak terlaksana.

Kembali pada Selasa (15/9) lalu, beredar surat undangan mutasi kepada sejumlah pejabat KLU. ‘’Hari Selasa itu, undangan mutasi sempat beredar. Tetapi, beberapa saat kemudian undangan tersebut mendadak ditarik kembali,’’ ujar legislator Lombok Utara dua periode ini.

Tentu saja tegas Ardianto, kondisi ini sangat mengganggu psikologis aparatur sipil negara. Ketidakjelasan isu mutasi ini juga sangat mengganggu kinerja pegawai. Yang pada akhirnya mengganggu serapan anggaran satuan kerja perangkat daerah KLU.

Untuk itu, Ardianto menghimbau, seluruh aparatur sipil negara di lingkup Pemda KLU untuk tidak menghadiri undangan serupa dikemudian hari. ‘’Jika ada lagi undangan mutasi, saya menghimbau agar seluruh PNS tidak menghadirinya,’’ kata Ardianto.

Lebih jauh disebutkan Ardianto, sejak awal dirinya sudah sangat yakin, pejabat KLU adalah orang cerdas dan tidak mudah digiring. ‘’Tidak ada pejabat yang takut dimutasi, hanya saja waktunya yang tidak tepat,’’ tandasnya.

Apa yang diungkapkan politisi Hanura ini cukup beralasan. Terbukti, sejak isu mutasi bergulir, sejumlah pejabat KLU tidak terlihat ngantor. Alhasil, Setda Kabupaten Lombok Utara terlihat agak lengang. Dan isu mutasi ini masih menjadi pembicaraan hangat di kantor bupati maupun di sejumlah instansi plat merah KLU. ‘’Benar, isu mutasi ini memang sangat mengganggu kinerja pegawai,’’ kata Intiha, Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Utara. (Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com