Zarkasi (kemeja putih), dan politisi Lombok Utara lainnya. (photo:Apink Alkaff)

Terlalu Jauh, Keterlibatan Pemprov NTB di KLU – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Keterlibatan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah terlalu jauh. Bahkan, keterlibatan Pemprov NTB menjelang Pilkada KLU yang terkesan tendensius ini meresahkan dan mengundang banyak pertanyaan. ‘’Keterlibatan pemerintah Provinsi NTB di Lombok Utara sudah terlalu jauh. Anehnya, kenapa kepekaan yang berlebihan oleh pemerintah Provinsi NTB ini dilakukan saat KLU akan menggelar pilkada. Ini ada apa?’’ ungkap Zarkasi, anggota DPRD KLU kepada Utarakita.com, Minggu (20/9).

Belakangan kata politisi PKPI ini, ada pengobatan gratis yang digelar salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU yang disebut-sebut didanai pejabat elit Pemprov NTB. Masalahnya, pengobatan gratis tersebut dilakukan tanpa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan KLU. ‘’Kita senang KLU diberikan pengobatan gratis. Tetapi kan ada aturan untuk itu dan momennya tidak tepat. Kegiatan ini terkesan sangat politis,’’ ujarnya.

Tidak itu saja sambung Zarkasi, menjelang Pilkada KLU sekarang ini, tiba-tiba banyak bantuan sosial (bansos) dari Pemprov NTB untuk Lombok Utara. Seperti pengobatan gratis tadi, bansos ini juga beraroma politik sangat kental. Seharusnya tegas Zarkasi, Pemprov NTB punya etika dalam hal ini.

Jika Pemprov NTB benar-benar peduli dengan Lombok Utara, Zarkasi berharap semua kegiatan sosial itu dilaksanakan nanti setelah Pilkada KLU digelar, 9 Desember 2015.

Keterlibatan pejabat elit Pemprov NTB yang ikut berpolitik di Lombok Utara sebut Zarkasi, sudah menjadi rahasia umum. Komando dan tekanan politik yang dilakukan oknum pejabat elit Pemprov NTB di KLU juga sudah diketahui warga Lombok Utara.

Zarkasih kembali meminta, agar pejabat KLU maupun pejabat Pemprov NTB melihat kembali kesepakatan netralitas aparatur sipil negara yang dilakukan Pemda KLU belum ini. ‘’Sekali lagi, Pemprov NTB jangan terlalu jauh ikut campur dalam politik KLU. Warga Lombok Utara tidak bodoh dan tidak mudah diperalat dengan cara-cara seperti itu. Itu cara-cara yang tidak beretika,’’ imbuh Zarkasi. (*)

Penulis: Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com