Tiu Bombong, Sempakok, Santong, KLU (photo:supaq fahmi)

Tiu Bombong Santong Telan Korban – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Tiu Bombong Santong Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB, telan korban. Bocah kelas enam SD, Fandi Gunawan, warga Sempakok, Desa Santong ini tewas tenggelam di kolam (tibu) dekat air terjun Tiu Bombong, Kamis (24/9).

Kebahagian warga Santong yang merayakan Idul Adha mendadak terhenti oleh kabar tewasnya putra pasangan Murliakim dan Nurkhotimah. Bocah malang ini ditemukan tidak bernafas lantaran terjepit bebatuan di dasar kolam air terjun. ‘’Setelah dzuhur saya ditelpon warga Sempakok, kalau ada anak yang tenggelam di Tiu Bombong dan hingga kini belum ditemukan.’’ Jelas Hadi Bendot salah seorang tim evakuasi dari Gabungan Pencinta Alam (GPA) Santong.

Korban saat dievakuasi (photo: GPA Santong)

Korban saat dievakuasi (photo: GPA Santong)

Kejadian bermula saat korban bermain bersama ketujuh temannya selepas shalat Idul Adha, sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu korban dan teman-temanya bermain sambil menunggangi kayu di pinggir tibu. Karena asik bermain, kayu yang ditunggangi Fandi dan Opik terbalik dan terjatuh ke dalam kolam sedalam sekitar enam meter.

Apesnya, korban yang tidak bisa berenang langsung tenggelam dan tidak muncul kembali. ‘’Dia (korban) keras kepala, sudah saya kasih tahu jangan bermain di kayu itu, dia malah tidak mau dengar,’’ jelas Idham Kholid, salah satu teman korban.

Kejadian ini sontak membuat heboh warga Santong dan sekitarnya, karena sejak dikenalnya Tiu Bombong sebagai daerah wisata masyarakat Santong dan sekitarnya, baru kali ini terjadi musibah yang mengharukan ini. ‘’Semoga musibah ini merupakan pertama dan terakhir yang terjadi di Tiu Bombong’’, kata Mahmud, Kepala Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Sempat, jenazah korban dilarikan ke Puskesmas Santong. Sayang, nyawa bocah dua bersaudara ini sudah tidak tertolong lagi.

Kapolsek Kayangan, Ipda Itradi yang turun langsung ke TKP bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU menyebutkan, kejadian ini murni keselakaan. ‘’Korban terjatuh saat bermain dengan kawan-kawannya. Sementara korban tidak bisa berenang,’’ kata Itradi.

Ipda Itradi bersama tim BPBD KLU di rumah duka

Ipda Itradi bersama tim BPBD KLU di rumah duka (photo: d pramuhadi)

Itradi menghimbau kepada warga setempat, untuk lebih waspada dan memberikan pengawasan kepada anak-anaknya. ‘’Ini merupakan kejadian kedua dalam masa tugas saya di Kayangan. Saya menghimbau kepada para Kadus untuk lebih memerhatikan warganya, dan para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya saat bermain.’’ Jelas Itradi saat ditemui di rumah duka. (Supaq Fahmi)

Editor : Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About Supaq

Supaq
Lahir di Surabaya bulan April, namun sejak tahun 2002 hijrah ke Lombok dan sekarang tinggal di Lombok Utara.
  • Semoga ini pertama dan terakhir kalinya..