Deputi V UP4B Bappenas Son Diamar (rambut putih) bersama para pimpinan China Sfeco Group Shanghai usai perundingan terkait Bandar Kayangan di Shanghai, China.. (photo: dok Son Diamar)

China Sfeco Group Ingin Menjadi Investor Utama Pembangunan Bandar Kayangan – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – China Shanghai (Group) Corporation for Foreign Economic & Technological Cooperation (China Sfeco Group) ingin menjadi investor utama pembangunan Bandar Kayangan (Global Hub) di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Besar peluang, Indonesia akan segera memiliki poros sejati maritim dunia di Kayangan Lombok Utara.

‘’Insya Allah, Indonesia akan memiliki poros sejati maritim dunia,’’ ungkap Deputi V UP4B Bappenas Son Diamar di akun pribadinya.

Menurut lulusan University of Pittsburgh, Amerika ini, China Sfeco Group merupakan perusahaan raksasa yang merancang kota dan membangun 80 persen bangunan modern di Shanghai, China. ‘’Sampai 2004 lalu, Port of Rotterdam adalah pelabuhan nomor satu di dunia. Tetapi mulai 2013, Port of Rotterdam tergusur dari sepuluh besar dan Port of Shanghai menjadi pelabuhan nomor satu di dunia,’’ ungkap Son Diamar setelah melakukan perundingan dengan pihak China Sfeco Group di Shanghai, akhir Agustus 2015 lalu.

Son Diamar saat berkunjung ke Port of Shanghai, China setelah perundingan dengan China Sfeco Group. (photo: dok Son Diamar)

Son Diamar saat berkunjung ke Port of Shanghai, China setelah perundingan dengan China Sfeco Group. (photo: dok Son Diamar)

China Sfeco Group merupakan salah satu perusahaan raksasa yang dikenal spesialis menggarap lima sektor industri. Antara lain, civil engineering, industrial engineering, agricultural engineering, engineering related tendering & consultancy services and trade. Selain itu, industrial engineering merupakan salah satu keahlian group ini. China Sfeco Group ini telah sukses menggarap sekitar 600 mega proyek di beberapa negara. Antara lain proyek Zawgyi Dam Hydroelectric Power project di Burma, Durgun Hydroelectric Power Station di Mongolia, Son Dong Thermal Power Plant di Vietnam, BNS Steel Factory di Thailand, Liquefied Petroleum Gas Stage di Pakistan dan banyak proyek besar lainnya.

Kini, perusahaan raksasa asal Shanghai China ini sangat tertarik menjadi investor utama pembangunan Bandar Kayangan Global Hub di Lombok Utara. Menindaklanjuti perundingan dengan Deputi V UP4B Son Diamar, pihak China Sfeco Shanghai melakukan kunjungan ke Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 3 September 2015 lalu.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, diapit Bupati KLU nonaktif H Djohan Sjamsu, Son Diamar, dan para pejabat Pemprov NTB dan Pemda Lombok Utara. (photo: dok Son Diamar)

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, diapit Bupati KLU nonaktif H Djohan Sjamsu, Son Diamar, dan para pejabat Pemprov NTB dan Pemda Lombok Utara. (photo: dok Son Diamar)

Dalam akun resminya, SAPPK ITB menyebutkan, pihaknya menerima kunjungan dari David Yao (China Sfeco Group), Ma Chao (SMEDI Urban & Rural Planning Design Institute, Shanghai) yang diketuai Bapak Yuwono Sutedjo. Kedatangan utusan China ini adalah untuk membahas rencana kerjasama perencanaan Bandar Kayangan Lombok Utara.

Bandar Kayangan sambungnya, adalah nama kota baru yang sedang direncanakan sebagai Global Maritime Hub di Indonesia timur. Rencananya, Global Hub ini akan dibangun diatas lahan seluas 18 ribu hektar, di Lombok Utara.

Untuk Tim Perencana dari SAPPK ITB terdiri dari Prof Dr B Kombaitan, Prof Dr Ing. Widjaja Martokusumo dan Ir Haryo Winarso PhD. Dalam diskusi yang dimulai dari jam 09.00-10.30 WIB itu dibahas pula sejumlah persiapan rencana kerjasama dari aspek Urban Design dan Planning serta diskusi tentang sistem perencanaan di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lombok Utara nonaktif H Djohan Sjamsu menyebutkan, Son Diamar ini adalah orang Bappenas yang pertama kali membawa rencana pembangunan mega proyek Global Hub ke Lombok Utara. Menurut Djohan, sejak awal Son Diamar sangat intens memperjuangkan pembangunan mega proyek Global Hub ini. ‘’Saya sudah beberapa kali bertemu dengan beliau (Son Diamar) terkait pembangunan Global Hub ini,’’ kata Djohan kepada Utarakita.com belum lama ini. (Apink Alkaff)

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com