The Pearl Trawangan, Gili Trawangan, Lombok, NTB, salah satu hotel yang mempekerjakan orang asing. (photo: Apink Alkaff)

Pekerja Asing Harus Bayar Pajak 100 US Dolar Perbulan – UTARAKITA

MATARAM – Pekerja asing yang bekerja di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) harus membayar pajak 100 US Dolar atau sekitar Rp 1.350.000,- setiap bulan.
Kepala Bidang Penempatan dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, H Zaenal menjelaskan, retribusi pajak Tenaga Kerja Asing (TKA) itu diatur dalam Peraturan Menteri Tenaka Kerja (Permenaker) No 16 Tahun 2014 tentang tata cara penempatan TKA
di Indonesia, dan juga Perda No 10 Tahun 2013 tentang retribusi
penempatan TKA di NTB.
“Untuk TKA yang wilayah kerjanya lintas provinsi, maka pajaknya dibayarkan di pusat, sementara untuk yang lintas Kabupaten di NTB pembayarannya dilakukan di Disnakertrans NTB,” kata Zaenal di Mataram.
Menurut Zaenal, kewajiban TKA membayar pajak itu dilakukan secara komulatif setiap tahun. Secara aturan, pembayaran pajak TKA itu dilakukan di muka, sebelum TKA mulai bekerja di wilayah Indonesia. “Jadi kalau mereka bekerja selama setahun ya harus bayar pajak setahun di muka. Kalau pun sebelum setahun ternyata mereka tidak bekerja lagi, atau kembali ke negara asal, maka sisa bulan selanjutnya dikembalikan biaya pajaknya,” terang Zaenal.
Berdasarkan data Disnakertrans NTB, hingga saat ini tercatat sekitar 93 orang TKA bekerja di NTB. Mereka tersebar pada sedikitnya 69 perusahaan yang mayoritas bergerak di bidang pariwisata. Sebanyak 93 orang TKA tersebut berasal dari 24 negara. Antara lain Australia; Amerika, Jepang, Jerman, Italia, Inggris, Kanada, Perancis, Selandia Baru, Belanda, Austria, Thailand, Finlandia, Rusia, Irlandia, China, Norwegia, Swiss, Afrika Selatan, Rusia, Spanyol, Slovenia, Hungaria, dan Swedia. (ugra)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda