Gili Meno, Gili Indah, Lombok Utara, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Desa Wisata Siap Sambut World’s Best Halal Tourism Destination – UTARAKITA

LOMBOK – Desa-desa wisata di Lombok sudah sepatutnya menyiapkan diri menyambut dampak kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition 2015 (WHTS15) di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA) yang digelar 21 Oktober 2015 lalu. Betapa tidak, karakteristik wisatawan asing yang bakal menyerbu pulau Lombok berasal dari negeri timur tengah.

Osama dan istrinya saat honeymoon di Tete Batu, Lotim Jumat (23/10).(photo: Apink Alkaff)

Wiatawan arab, Osama dan istrinya saat honeymoon di Tete Batu, Lotim Jumat (23/10).(photo: Apink Alkaff)

Saat ini, pariwisata Indonesia tengah merayakan pencapaian atas kemenangan Pulau Lombok sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination. Prestasi membanggakan yang diraih di jazirah arab ini tentu bakal berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan ke Lombok.

Biasanya, selera wisatawan timur tengah ini berbeda dengan wisatawan barat berbikini yang biasa dijumpai berjemur di panggir-pinggir pantai. Karena negerinya gersang dan coklat, kecendrungan wisatawan arab berlibur ke kawasan desa wisata akan lebih besar.

Panorama hijau dengan keanekaragaman flora dan fauna akan memberikan daya tarik tersendiri. Tanah subur yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dengan balutan sejuknya angin pegunungan akan sangat menggoda wisatawan arab untuk berkunjung.

Untuk desa wisata alam lembah dan pegunungan, Tete Batu dan Sembalun, Lombok Timur memiliki peluang yang sangat besar untuk itu. Fasilitas, panorama, dan keragaman hayati yang dimiliki kedua desa tersebut cukup menjadi daya tarik bagi wisatawan arab.

Gili Meno, Gili Indah, Lombok Utara, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Gili Meno, Gili Indah, Lombok Utara, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Di Lombok Utara, Dusun Teres Genit, Dusun Senaru, dan Desa Santong juga sangat mungkin dijadikan desa wisata untuk menyambut kedatangan wisatawan timur tengah ini. Hanya saja, fasilitas di tempat-tempat itu masih sangat minim. ‘’Sampai saat ini saja, Dusun Senaru yang paling banyak didatangi wisatawan belum memiliki ATM (anjungan tunai mandiri),’’ kata Toni Lombok Vertical, salah seorang pemandu wisata yang kerap membawa tamu ke Senaru, Bayan, Lombok Utara ini.

Kalau pun bukan desa wisata alam pegunungan, karakteristik wisatawan arab ini cendrung memilih tempat wisata pantai yang sedikit eksklusif. Artinya, selain indah, kawasan pantainya tidak terlalu bingar.

Tiga Gili di Sekotong, Lombok Barat, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Tiga Gili di Sekotong, Lombok Barat, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Untuk desa wisata jenis ini, Gili Meno dan kawasan pantai dari Dusun Klui sampai Pemenang, Lombok Utara bisa menjadi salah satu tempat andalan. Yang tidak kalah menariknya, panorama pantai Sekotong Lombok Barat, Kuta Lombok Tengah dan kawasan pantai Lombok Selatan juga bakal menjadi salah satu tujuan wisata utama bagi wisatawan asal timur tengah ini.

”Terlepas dari semua itu, faktor keamanan akan sangat menentukan nasib dunia pariwisata Lombok,” tambah Toni. (Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com