Gunung Baru Jari, Rinjani, meletus, Minggu (25/10). (photo: Budi TNGR)

Gunung Baru Jari Rinjani Meletus, Ratusan Umat Hindu Sedang Pakeleman – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Gunung Baru Jari, Rinjani, meletus Minggu (5/10) sekitar pukul 11.00 WITA. Saat kejadian, puluhan pendaki dan ratusan umat Hindu tengah melakukan ritual rutin tahunan, Pakeleman, di Danau Segara Anak. Diantara para pendaki tersebut, 31 diantaranya merupakan pendaki asing asal Jerman, Amerika Serikat, Portugal, Australia, Belgia, dan Vietnam.

Gunung Baru Jari, Rinjani, meletus.

Gunung Baru Jari, Rinjani, meletus.

Hingga berita ini diturunkan, petugas terkait belum bisa memastikan kondisi para pendaki. Yang pasti, sebagian pendaki sudah ada yang turun melalui pintu pendakian Senaru. ‘’Kami belum bisa memastikan, apakah ada korban atau tidak. Kita hanya bersiap-siap saja dulu,’’ kata Ipda Itradi, Kapolsek Kayangan, Lombok Utara kepada Utarakita.com.

Informasinya kata Itradi, saat ini Gunung Baru Jari baru mengeluarkan letusan asap dan debu. Kendati demikian katanya, perubahan suhu di sekitar lereng Gunung Rinjani sempat terasa menghangat.

Lebih jauh dijelaskan, saat ini jajaran Polda Nusa Tenggara Barat sudah menyiapkan tiga posko evakuasi penanggulangan bencana. ‘’Posko pertama di Senaru, kedua di Sembalun, dan ketiga Torean,’’ terangnya.

Meski belum pasti, aparat kepolisian dari Polda NTB sudah menyiapkan posko evakuasi penanggulangan bencana. Rencananya, posko ini dibuat di tiga titik, Senaru, Torean, Sembalun.

Sementara itu, menurut Dewa, salah seorang pemandu gunung dari Rinjani Guide justru menyebutkan hal lain. Gede yang baru saja turun dari pendakian mengaku awalnya dia melihat kawasan jalur selatan Rinjani terbakar. ‘’Malam minggu itu saya di Pelawangan Senaru Rinjani. Yang saya lihat jalur selatan (selatan Gunung Baru Jari) memang sudah habis terbakar,’’ kata Gede Senin pagi (26/10).

Gede juga membenarkan, saat ini ada sekitar 500 umat Hindu yang tengah menjalankan upacara Pakeleman di Danau Segara Anak. ‘’Rencana, umat Hindu yang mengikuti upacara Pakeleman itu akan pulang hari Selasa (27/10) ini,’’ ungkap Gede yang mengaku masih ragu dengan terjadinya letusan Gunung Baru Jari tersebut. (Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com