Pintu Rimba Senaru menuju Taman Nasional Gunung Rinjani masih dibuka. (photo: D. Pramuhadi)

Rinjani Masih Waspada, Pintu Pendakian Senaru Dibuka, Sembalun Ditutup – UTARAKITA

LOMBOK – Status Gunung Rinjani masih waspada. Gunung Baru Jari kembali meletus, Senin Sekitar pukul 11.00 WITA. Letusan debu bercampur asap putih yang keluar dari Gunung Baru Jari tersebut terlihat dari Senaru, Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Aktivitas pendakian melalui pintu hutan Senaru masih normal.

Aktivitas pendakian melalui pintu hutan Senaru masih normal.

Kendati demikian, status Gunung Rinjani dinilai masih belum mengkhawatirkan. Para pendaki asing yang datang melalui pintu Senaru, Bayan, masih diizinkan melakukan pendakian sampai Pelawangan Senaru. ‘’Untuk sementara, pendakian dibatasi sampai Pelawangan Senaru. Radius tiga kilometer dari pusat letusan dianggap aman,’’ ungkap Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Agus Budiono kepada Utarakita.com.

Meski Gunung Baru Jari sudah ‘’batuk-batuk’’ minat pendaki asing untuk melakukan pendakian tetap tinggi. Buktinya, puluhan pendaki asing justru terlihat tambah bersemangat melakukan pendakian.

Lebih jauh dijelaskan Budiono, hampir seluruh pendaki asing yang kebetulan berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sudah turun. Pun halnya dengan ratusan umat Hindu yang melakukan ritual rutin tahunan pakeleman di Danau Segara Anak juga sudah mulai turun.

Budiono juga membenarkan, untuk sementara waktu pintu pendakian melalui jalur Sembalun ditutup. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi setiap saat.

Sebagian umat Hindu yang sudah turun setelah mengikuti ritual pakeleman di Danau Segara Anak.

Sebagian umat Hindu yang sudah turun setelah mengikuti ritual pakeleman di Danau Segara Anak.

Meletusnya Gunung Baru Jari ini juga tidak mengganggu aktivitas ritual pakeleman. ‘’Semua dalam kondisi baik-baik saja. Semua pendaki sudah mulai turun,’’ kata Made, salah satu peserta ritual pakeleman asal Lilir, di pintu hutan Taman Nasional Gunung Rinjani Senaru.

Bagi masyarakat adat di lereng Rinjani, tepatnya di desa tradisional Senaru, meningkatnya status Gunung Baru Jari ini tidak dinilai tidak mengkhawatirkan. Aktivitas warga Senaru pun berjalan seperti biasa. ‘’Kalau sekedar meletus seperti ini,itu artinya Gunung Rinjani sedang melakukan penataan ulang,’’ ujar salah seorang warga Senaru sambil tersenyum.

Sempat tim Utarakita.com, Toni Lombok Vertical, Ketua Pawang Rinjani D. Pramuhadi, dan Supaq Fahmi berniat melanjutkan pendakian sampai Pelawangan. ”Mumpung masih diizinkan, ayo kita teruskan perjalanan ini,” kata Pramuhadi yang disambut dingin tim lain.

Pasalnya, hampir sebagian besar pendaki yang turun dari pintu Senaru tidak menunjukkan raut wajah khawatir. Apalagi ketakutan. Selain itu, minimnya logistik yang dibawa sama sekali tidak standar pendakian Rinjani. ”Semangat boleh kurang, logistik jangan. Mending lain kali kita jalan masuk Rinjani,” timpal Toni. Dan kami pun balik arah. (Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda