Mayas (kiri) saat ditemui di areal pengembangan varietas Golden Mama di Desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, NTB. (photo: d pramuhadi)

Golden Mama, Perkawinan Melon dan Labu Rasa Ubi – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Kreativitas Karang Taruna Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat ini patut mendapat acungan jempol. Dalam waktu dekat ini, Karang Taruna Semangat Muda ini akan menggelar panen raya golden mama, hasil perkawinan melon dan labu.

Warna menyolok dan bentuk yang unik dari varietas jenis baru ini sangat menyedot perhatian. ‘’Sejak golden mama ini mulai berbuah, banyak orang yang singgah untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang perkawinan labu dan melon ini,’’ kata Mayas Mahardika yang juga sebagai wakil ketua karang taruna ini.

Area pengembangan varietas baru, Golden Mama, Desa anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. (photo: d pramuhadi)

Areal pengembangan varietas baru, Golden Mama, Desa anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. (photo: d pramuhadi)

Mayas menjelaskan, saat panen nanti akan disisakan kurang lebih satu sampai dua buah golden mama. Hal ini disiasati untuk merangsang kembali pertumbuhan benih buah pada panen berikutnya, sehingga dapat memaksimalkan hasil panen berikutnya. Tak lebih dari tiga bulan, golden mama dengan berat kurang dari satu kilogram dapat dipanen dan mampu terjual seharga 15 sampai 20 ribu per buahnya.

Tak hanya bentuk dan warnanya yang unik, buah yang sejatinya sebagai bahan dasar bubur ini juga sangat nikmat disajikan dengan cara dikukus. Rasanya yang tak jauh beda dengan ubi jalar dengan tekstur yang lembut, lebih komplit rasanya jika disantap dalam keadaan hangat beserta kulitnya.

Melalui kerjasama dan pembinaan dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram, selain menghasilkan jenis golden mama, karang taruna yang diketuai Raden Kerta Bayun ini juga mengembangkan melon dengan kualitas spesial, semangka biji dan bawang merah.

Mantan Kabag Humas KLU, Jumare (baju putih) saat meninjau pengembangan Golden Mama. (photo: d pramuhadi)

Mantan Kabag Humas KLU, Jumarep (baju putih) saat megunjungi areal pengembangan Golden Mama. (photo: d pramuhadi)

Bukan hanya pengembangan varietas baru, Karang Taruna Semangat Muda ini juga mengajak peran serta masyarakat sekitar, khusunya para petani dalam pengembangan bibit semangka yang memiliki nilai ekonomis bagus ini. ‘’Satu kilo bibit semangka, mampu kita jual seharga 1,2 juta rupiah,’’ jelas Mayas.

Untuk kedepan, bukan berarti, kreativitas ini bisa ditularkan di daerah lain yang memiliki potensi yang sama. Artinya, apa yang dilakukan karang taruna kreatif ini patut mendapat dukungan para pemangku kebijakan. Wabil khusus Dinas Pertanian dan Perkebunan Lombok Utara.

Menurut Tukul Sumardiono, Kasubid Kelembagaan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Lombok Utara, ”Memang saat ini Kabupaten Lombok Utara belum memiliki para pemulia tanaman. Para peneliti yang melakukan uji coba kreatif untuk menemukan varietas tanaman baru,” ujar Tukul di markas Pawang Rinjani, Tanjung Bunga, Lombok Utara Selasa (27/10).

Di tengah kian padatnya perkembangan penduduk dan kian sempitnya lahan yang tersedia kata Tukul, sudah sepatutnya satu kabupaten ini seperti Lombok Utara ini memiliki laboratorium pertanian, perkebunan, dan kehutanan. ”Lombok Utara memang membutuhkan trobosan-trobosan baru dalam dunia pangan,” tandas Tukul. (Supaq Fahmi)

Editor : Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About Supaq

Supaq
Lahir di Surabaya bulan April, namun sejak tahun 2002 hijrah ke Lombok dan sekarang tinggal di Lombok Utara.