Diskusi santai anggota-anggota Pawang Rinjani sebelum deklarasi. (photo: Apink Alkaff)

Pawang Rinjani, Wadah Para Pegiat Alam Lombok Utara – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Pawang Rinjani, wadah para pegiat dan pecinta alam Lombok Utara telah lahir di Penyambuan, Tanjung, Rabu (28/10). Satu lembaga yang menaungi sejumlah organisasi dan komunitas dari berbagai latar belakang untuk tujuan bersama dalam mengawal isu-isu lingkungan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Para perwakilan organisasi dan komunitas lingkungan dalam deklarasi Pawang Rinjani.

Para perwakilan organisasi dan komunitas lingkungan dalam deklarasi Pawang Rinjani.

Beranjak dari semangat Sumpah Pemuda dan geliat pembangunan di Lombok Utara, puluhan pentolan dan pengurus berbagai organisasi dan komunitas ini sepakat melebur dan menyatukan diri dalam program bersama demi Lombok Utara ke depan. Mereka berasal dari perwakilan Green Energi, Utarakita.com, Lombok Vertical, Gabungan Pencinta Alam Santong, Kelompok Pencinta Alam Rimba Raya Bentek, Lombok Utara Kings Club, Daygun Squad Lombok Utara, Lotara Shooting Forces, North Lombok Spearfishing Community, Warga Pencinta Alam Fakultas Hukum Unram, utusan pemuda Pawang Tenun Bayan, dan sejumlah perwakilan karang taruna dari berbagai desa dari Bayan sampai Pemenang, Lombok Utara.

Syukuran sekaligus lounching sejumlah program Pawang Rinjani ini juga dihadiri para pegiat alam senior Wanapala Nusa Tenggara Barat, Abdul Hafidz dan Lalu Ichwadi atau akrab disapa Mamik Mik. ‘’Kita duduk disini dan menyatukan visi untuk bergerak bersama mengawal isu-isu lingkungan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat Lombok Utara. Kami tidak mau menjadi penonton di daerah sendiri,’’ ungkap Dedi Pramoehardi, Ketua Pawang Rinjani dalam sambutan singkatnya.

Lalu Ichwadi SH dan Abdul Hafidz SIP, dua pegiat alam senior NTB.

Lalu Ichwadi SH dan Abdul Hafidz SIP, dua pegiat alam senior NTB.

Visi Pawang Rinjani kedepan sambung Dedi yang akrab disapa Cike ini, manusia adalah bagian dari alam, rusaknya alam adalah rusaknya manusia. Menyiapkan generasi muda sebagai pemegang estafet keberlanjutan pembangunan daerah yang peduli lingkungan, terkawalnya keutuhan lingkungan dengan kepedulian pemuda melalui usaha-usaha dan gagasan konstruktif. ‘’Dan yang paling penting, utuhnya ekosistem alam melalui kegiatan-kegiatan prouktif yang dapat diandalkan dari generasi ke generasi,’’ kata Cike.

Adapun misi kita sambungnya, membuka peluang tenaga kerja berbasis alam dalam bentuk pengelolaan alam. Menjaga dan mengawal eksploitasi alam secara berlebihan di Lombok Utara khususnya, dan Nusa Tenggara Barat secara umum. ‘’Kami akan bergerak dan mengawal segala bentuk kegiatan berbau lingkungan di Lombok Utara. Kami tidak mau Lombok Utara hanya dieksploitasi berlebihan tanpa memikirkan kesejahteraan masyarakat,’’ tegas Cike.

Perwakilan bikers LUK-C yang menghadiri lounching program Pawang Rinjani.

Perwakilan bikers LUK-C yang menghadiri lounching program Pawang Rinjani.

Selain sebagai wadah dan perekat jelas Cike, sekretariat Pawang Rinjani di Penyambuan, Tanjung ini akan menjadi rumah singgah (Banjur Shelter) para backpacker yang ingin menjelajah Lombok. Intinya, kedepan Pawang Rinjani ini akan menjadi media penyiapan rencana-rencana konstruktif generasi muda Lombok Utara dalam mengelola dan menjaga lingkungan.

Gagasan dan rencana Pawang Rinjani ini pun mendapat respon sangat positif dari para senior pegiat alam NTB. ‘’Banyak sekali yang bisa kita lakukan terkait lingkungan dan penggalian potensi sumber daya manusia di Lombok Utara ini. Jika kita bergerak bersama, mimpi dan harapan kita semua saat ini pasti terwujud,’’ kata Abdul Hafidz, pegiat alam senior NTB yang kebetulan saat ini bertugas di Dinas Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah KLU.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, salah seorang pentolan pegiat alam Wanapala NTB Mamik Mik langsung menuntut loyalitas seluruh anggota Pawang Rinjani dalam aksi nyata. ‘’Mari kita menyepakati kontrak moral ini dengan melakukan penanaman pohon minimal satu dalam sebulan. Percuma kita bicara lingkungan tanpa melakukan aksi nyata untuk lingkungan kita sendiri,’’ kata Mik yang disepakati seluruh anggota Pawang Rinjani. (Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com