Gunung Rinjan beberapa saat setelah meletus Senin lalu.

Gemuruh Letusan Gunung Baru Rinjani Kian Terasa – UTARAKITA

Lombok Utara – Hingga Senin malam (02/11) suara gemuruh letusan Gunung Baru Rinjani kian terasa. Suara gemuruhnya terasa sampai Tanjung, Lombok Utara. Tidak itu saja, salah satu desa di lereng Gunung Rinjani, Santong, diguyur debu vulkanik letusan Gunung Baru Jari Rinjani hingga ketebalan sekitar 1 centimeter.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Minggu siang (25/10) Gunung Baru Jari Rinjani berstatus waspada. Letusannya mencapai ketinggian 1.500 meter.

Hingga saat ini, debu-debu akibat letusan Rinjani tampak di halaman rumah dan menempel dipakaian yang dijemur warga dan menempel di jok sepeda motor.’’Tidak begitu tebal debunya, namun pakaian yang saya jemur penuh dengan debu,’’ kata Endang, salah satu warga Santong.

Saat ini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara melalui puskesmas terdekat telah membagikan masker kepada warga Santong, Kayangan, dan Bayan. ‘’Tadi pagi kami sudah menurunkan tim untuk membagikan masker kepada warga,’’ jelas dr Beni Kepala Dinas Kesehatan saat dikonfirmasi utarakita.com via telphon.
Saat ini masyarakat Santong dan sekitarnya dihimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, meskipun dampak debu vulkanik belum cukup menggangu aktifitas warga Santong dan sekitarnya. ‘’ Kami sedang berjaga-jaga dan siaga akan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi, namun kami tetap melakukan aktifitas seperti biasa,’’ terang Noar, sapaan akrab Wakil Ketua Gabungan Pencinta Alam Santong (GPA Santong).
Ditempat yang berbeda, Ketua Pawang Rinjani, Dedi Pramuhadi mengaku, gemuruh letusan Gunung RInjani terdengar sampai Tanjung. Bahkan kata dia, suhu di sekitar ibu kota Lombok Utara ini terasa lebih panas dari biasanya. ‘’Suara gemuruh ini terasa sejak pukul 22.00 WITA Senin malam (02/11). Sepertinya, kita harus lebih waspada,” ungkap Cike, sapaan akrab Ketua Pawang Rinjani. (Supaq Fahmi)

editor: Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About Supaq

Supaq
Lahir di Surabaya bulan April, namun sejak tahun 2002 hijrah ke Lombok dan sekarang tinggal di Lombok Utara.