Warga Tanjung, Lombok Utara yang menerima masker. (photo: Apink Alkaff)

Abu Vullkanik Gunung Baru Jari Rinjani Meluas – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Aktifitas Gunung Baru Jari Rinjani kian terasa. Dalam beberapa hari terakhir, gunung di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut ini mengeluarkan debu vulkanik sejak Minggu (25/11) lalu.

Aparat Koramil Tanjung juga mendapat masker. (photo: Supaq)

Aparat Koramil Tanjung juga mendapat masker. (photo: Supaq)

Hingga kini sebaran debu yang dimuntahkan Gunung Baru Jari terus menjalar luas. Bahkan dampak erupsi membuat guguran abu vulkanik ini sudah mulai menjalar luas sampai pulau Bali. Khususnya Lombok Utara, dampaknya abu vulkanik dari letusan gunung tersebut sudah mulai mengganggu saluran pernafasan.

Nafas yang bercampur debu abu vulkanik ini memang sepatutnya direspon semua pihak. Artinya, sekolah-sekolah harus sudah menyiapkan masker untuk murid-muridnya.

Dan masyarakat yang peduli akan kesehatan sesama juga sudah mulai melakukan aksi-aksi nyata. Seperti, membagikan masker kepada masyarakat yang kebetulan melintas di Lombok Utara.

‘’Mulai tadi malam ada abu, semua perabotan yang ada diluar rumah kena abu, ” ungkap Samsul salah seorang warga Tanjung, kemarin.
Ditambahkannya, selain menutupi perabotan, dampak abu vulkanik juga dirasakan saat mengendarai motor dan mengganggu pernafasan. Sementara itu, data yang dihimpun dari Pusdalop BPBD Lombok Utara erupsi Gunung Baru Jari terjadi kembali sejak Senin malam 1 November 2015 lalu mulai pukul 21.00 Wita hingga 23.00 Wita.
‘’Intensitasnya lumayan sering. Ketinggiannya masih dibawah 1.000 meter. Memang karena anginnya ke arah barat sehingga daerah seperti Tanjung dan Pemenang terkena dampak abu vulkanik,” jelas operator Pusdalop BPBD Lombok Utara Ahmad Zaenudin Rabu (04/11).

Masyarakat di Terminal Tanjung juga mendapat jatah masker dari tim Jadi.

Masyarakat di Terminal Tanjung juga mendapat jatah masker dari tim relawan Jadi.

Terpisah Kepala BPBD Lombok Utara Raden Tresnawadi mengatakan hingga saat ini aktifitas Gunung Baru Jari hampir sama dengan saat pertama kali erupsi dua pekan lalu. Ditambahkannya, setelah erupsi yang terjadi Senin malam kondisi di sekitar Santong mengalami perubahan. Abu vulkanik dikatakannya tampak di pepohonan yang ada di pinggir jalan dan di perbatasan Santong, juga tercium sedikit bau belerang.
‘’Erupsi Senin malam lalu cukup besar dan dampak abunya terasa di Santong dan Pegadungan, Kami mengimbau masyarakat yang hendak keluar rumah selalu memakai masker dan penutup kepala agar tidak terkena dampak abu vulkanik,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan Tresnawadi, dampak abu vulkanik akibat erupsi memang bisa dirasakan di daerah Tanjung dan Pemenang karena arah angin dan kecepatan angin serta ketinggian letusan bisa menjadi pemicu.
‘’Erupsi kecil masih terus terjadi dengan ketinggian 300 hingga 400 meter saat ini,” terangnya.
Selain itu, pihak BPBD juga sudah menyiapkan langkah evakuasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti erupsi yang besar. ”Kita sudah siapkan langkah evakuasi di sekitar bantaran Kali Putih, khususnya bagi Desa Sambik Elen,” ungkapnya.
Sementara itu, petugas pos vulkanologi Mutaharlin saat dihubungi menjelaskan dari hasil pemantauan Selasa siang aktifitas di Gunung Baru Jari semakin meningkat sejak erupsi pertama dua pekan lalu.
‘’Peningkatannya tidak terlalu signifikan, status belum diubah. Rekomendasi masih seperti yang lama, yakni batas aman tiga kilometer,” tutupnya.

Tim Pawang Rinjani sesaat setelah membagikan masker di Lapangan Tanjung.

Tim Pawang Rinjani sesaat setelah membagikan masker di Lapangan Tanjung.

Merespon penyebaran debu vulkanik tersebut, tim Pawang Rinjani Utara bersama relawan Jadi melanjutkan aksi sosial pembagian masker kepada masyarakat di Lapangan Tanjung. ”Tidak lain, maksud kami memberikan masker ini agar masyarakat Lombok Utara lebih  waspada akan dampak letusan Gunung Rinjani. Disamping itu, kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat Lombok Utara akan pentingnya upaya pencegahan sebelum debu vulkanik ini mengganggu saluran pernafasan,” jelas Ketua Pawang Rinjani, Pramudadi. (Rohadi/Supaq)

Editor: Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda