Sehari sebelum Rinjani meletus. (photo: Imran Putra Sasak)

Rinjani Siaga Dua, Iklim Berlibur Tidak Terganggu – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Status Gunung Rinjani meningkat. Yang tadinya berstatus waspada, kini meningkat menjadi siaga dua. Artinya, masyarakat Lombok, khususnya masyarakat lereng pegunungan Rinjani juga harus meningkatkan kewaspadaanya.

Tentu, peningkatan status Rinjani menjadi siaga dua ini langsung direspon pihak pengelola, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). ‘’Benar, semua jalur pendakian menuju Rinjani ditutup,’’ kata Kepala BTNGR Agus Budiono kepada Utarakita.com Kamis malam (05/11).

Peningkatan status menjadi siaga dua ini jelas Agus, berlaku sejak Kamis sore. Artinya jelas Agus, masyarakat Lombok khususnya masyarakat di lereng Rinjani juga harus meningkatkan kewaspadaanya. Sayangnya, Agus tidak menjelaskan langkah-langkah kongkrit yang harus dilakukan masyarakat dalam kondisi ini. ‘’Artinya, masyarakat harus mendengar dan memperhatikan informasi dan arahan pemerintah,’’ ujarnya.

Dalam kondisi status waspada, sejak Minggu (30/10) lalu, Rinjani menyemburkan letusan berupa asap tebal setinggi lebih dari 1.500 meter. Kini, Gunung Baru Jari sudah mulai menyemburkan lava pijar. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Utara untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi. Saat ini, kami juga bersiaga di sekertariat bersama Pawang Rinjani,’’ kata Ketua Pawang Rinjani Utara, Pramuhadi.

Meski status Rinjani meningkat dari waspada menjadi siaga, hal itu sama sekali tidak mengganggu iklim berlibur di tiga gili. Mereka tahu, Rinjani sedang batuk, tetapi bagi mereka itu justru akan menjadi pengalaman indah. Apalagi, jika atraksi alam ini disaksikan dari Gili Trawangan, Gili Meno, atau Gili Air. ‘’Ya, saya tahu tentang Rinjani yang meletus. Tetapi, saya yakin ini tidak akan berdampak buruk bagi kita,’’ ungkap Yasir, wisatawan asal Kuala Lumpur, Malaysia kepada Utarakita.com di Gili Trawangan, Kamis (05/11).

Puluhan wisatawan asing asik snorkling di sisi utara Gili Meno. (photo: Apink Alkaff)

Puluhan wisatawan asing asik snorkling di sisi utara Gili Meno. (photo: Apink Alkaff)

Seperti halnya Yahya, sejumlah wisatawan asing maupun pengelola bisnis pariwisata juga tidak terlalu merasa dipengaruhi oleh peningkatan status Gunung Rinjani tersebut.

Pun halnya di Gili Meno dan Gili Air, wisatawan asing yang tengah berlibur di pulau ini pun sama sekali tidak terpengaruh oleh kondisi Rinjani yang tengah menggeliat ini. Hanya saja, status ini akan mengecewakan bagi wisatawan asing yang memang datang ke Lombok hanya untuk mendaki Rinjani. ‘’Benar, sejak Rinjani meletus Minggu lalu, sudah ada sekitar 25 tamu gunung saya yang terpaksa membatalkan pendakian. Memang, mereka terlihat kecewa, tetapi mereka juga memahami kondisi ini,’’ ungkap Tony, pengelola trekking Lombok Vertical. (Apink Alkaff)

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda