Apink dan Tony Lombokvertical di Danau Segara Anak, Rinjani 8 November 2015.

Dikes: Pendirian Pos Kesehatan Tunggu Status Siaga – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Meskipun dampak abu vulkanik sudah dirasakan warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) lebih dari seminggu terakhir, Dinas Kesahatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum mendirikan pos kesehatan dititik – titik yang dirasa rawan dengan dampak Letusan Gunung Barujari. Pos kesehatan darurat tersebut diakui pihak Dinas Kesehatan KLU belum dirasakan perlu untuk didirikan saat ini.

HM Nasri Afif menikmati beribadah di tengah gemuruh ledakan Gunung Baru Jari, Rinjani, (8/11). (photo: Apink Alkaff)

HM Nasri Afif menikmati beribadah di tengah gemuruh ledakan Gunung Baru Jari, Rinjani, (8/11). (photo: Apink Alkaff)

‘’Warga kita imbau untuk melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan terdekat (puskesmas,red). Untuk pendirian pos kesehatan darurat tidak kita bangun terkecuali status dari gunung tersebut siaga satu,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dikes KLU Samsul Bahri kepada wartawan kemarin.

Ditambahkannya, sejauh ini belum ada tanda-tanda penyakit yang ditimbulkan akibat dampak debu vulkanik Gunung Baru Jari seperti ispa dan diare yang berpotensi menyerang warga KLU khususnya. Hal ini kata dia, karena belum ada laporan di sejumlah wilayah kecamatan yang menyatakan adanya fluktuasi peningkatan penyakit di sejumlah pelayanan kesehatan.

“Kita tetap mengantisipasi dengan memaksimalkan pelayanan di puskesmas hingga 24 jam,”tandasnya.

Ia menilai, situasi di Lombok Utara pascaletusan Baru Jari masih kondusif. Hal ini bukan tanpa alasan, lantaran arah angin yang berubah – ubah membuat debu tidak mengendap pada satu lokasi saja. Bahkan kata Samsul, sejauh pengamatannya Lombok Utara hanya terdapat debu yang tipis dan dari debu abu vulkanik tersebut beralih ke daerah lain mengikuti arah angin.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dikes KLU Samsul Bahri.(photo: ist)

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dikes KLU Samsul Bahri.(photo: ist)

‘’Kalau saya pikir anginya tidak ke KLU saja, ada daerah lain yang bahkan terkena lebih parah,” paparnya.

Lebih lanjut Samsul mengatakan, untuk mengantisifasi dampak penyakit yang ditimbulkan oleh abu vulkanik letusan Gunung Baru Jari tersebut, pihaknya telah memberikan bantuan masker pada masyarakat yang terkena dampak secara signifikan, dimana pemberian masker sendiri dikatakannya hingga saat ini juga masih disiapkan di sejumlah titik layanan kesehatan di setiap kecamatan. (Ahmad Rohadi)

Editor: Apink Alkaff

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com