Aktivitas vulkanik Gunung Baru Jari, Rinjani, (8/11).

Pemda KLU Antisipasi Skenario Terburuk Dampak Gunung Baru Jari—UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Pemkab Lombok Utara siapkan langkah antisipasi menghadapi skenario terburuk yang mungkin terjadi akibat letusan susulan Gunung Baru Jari, Rinjani. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan di ruang kerja Penjabat Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H Ashari SH MH.

Rakor tersebut dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, utusan Pemprov NTB, aparat kepolisian, dan sejumlah satuan kerja perangkat daerah terkait. Dari hasil tersebut Pemkab Lombok Utara menyiapkan empat jalur evakuasi beserta penampungan yang mana akan dipusatkan di Kecamatan Bayan.

‘’Ini ditempatkan di Sambik elen, Loloan, Senaru, dan Bayan,” ungkap Assisten I Setda Lombok Utara H. Kholidi kepada wartawan usai rakor (10/11).

Dijelaskannya, selain itu Pemkab Lombok Utara juga menyiapkan tiga posko dan lokasi penampungan di Lapangan Pasar Anyar, Lapangan Batu Keruk, dan Lapangan dibelakang SMA 1 Bayan. Untuk pusat pelayanan medis kata Kholidi, pemkab menyiagakan petugas di Puskesmas Anyar dan aula Kantor Camat.

Terkait pusat logistik sendiri, rencananya akan dipusatkan di Lapangan Bulu tangkis di Desa Bayan. ‘’Disana nanti akan kita siapkan semuanya, namun ini hanya sebatas antisipasi jika nantinya status Gunung Baru Jari berubah menjadi awas,” terangnya.

Ditambahkannya, status Gunung Baru Jari sejauh ini masih berada di level dua dengan status waspada. Jika nantinya ada indikasi pergerakan dari Gunung setinggi 2,376 Mdpl itu menjadi brutal yang mana terjadi letusan ataupun mengeluarkan lahar, maka Pemkab Lombok Utara akan melakukan langkah antisipasi tersebut.

Selain itu, Kholidi mengatakan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan tempat evakuasi sementara (TES) di Kecamatan Pemenang untuk menampung masyarakat yang terdampak Barujari. ‘’Kalau statusnya Level I yakni awas, maka kita akan terapkan strategi ini. Kita juga akan gunakan tempat evakuasi di Pemenang,” katanya.

Lebih lanjut Kholidi menuturkan, untuk Kecamatan Kayangan yang mana sebagai daerah yang banyak terkena dampak Gunung Baru Jari, akan disediakan pula antisipasinya. Dimana kata Kholidi, bagi Desa Santong dan Sesait akan disediakan jalur evakuasi di Lapangan Kayangan. Dan untuk pos bantuan akan dipusatkan di Kantor Camat Kayangan.

Terpisah, Penjabat Bupati Lombok Utara H Ashari SH MH mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan SKPD terkait untuk siap tatkala Gunung Baru Jari kembali mengeluarkan debu vulkanik atau pun lahar. Oleh karenanya, pihaknya meminta seluruh SKPD yang mempunyai armada untuk menginventarisasi seluruh armadanya. ‘’Kita sudah tetapkan lokasinya dan semua perlengkapan akan disiapkan, terlebih sarana untuk mobil harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Sementara itu, dampak letusan Gunung Baru Jari ini sudah mempengaruhi banyak sektor. Selain mengganggu tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok, letusan Gunung Baru Jari ini juga melumpuhkan sejumlah penerbangan yang masuk Lombok. ‘’Benar, meletusnya Gunung Baru Jari ini menurunkan jumlah wisatawan yang datang ke Lombok,’’ kata juru bicara Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Fahrurrozi Gaffar di ruang kerjanya Rabu (11/11) lalu. (Ahmad Rohadi)

Editor: Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com