Ahli geologi Heryadi Rachmat memantau langsung erupsi buangan Gunung Baru Jari di Kokok Putek, perbatasan KLU-Lotim. (photo: Apink Alkaff)

Intensitas Erupsi Gunung Baru Jari Berangsur Normal – UTARAKITA

LOMBOK – Berdasarkan pengamatan langsung di Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Sembalun, intensitas letusan Gunung Baru Jari Rinjani, sudah mulai turun. Di samping itu, aktivitas vulkanik Gunung Rinjani ini dinilai merupakan siklus alami gunung yang memiliki creater lebih dari tujuh kilometer.

Tampak Rinjani yang cerah dari Hotel Lembah Rinjani Sembalun, (12/11). (photo: Apink Alkaff)

Tampak Rinjani yang cerah dari Hotel Lembah Rinjani Sembalun, (12/11). (photo: Apink Alkaff)

Artinya, masyarakat Lombok tidak perlu terlalu mengkhawatirkan aktivitas vulkanik ini. Hal itu diungkapkan ahli geologi Heryadi Rachmat kepada Utarakita.com disela-sela pemantauan secara langsung di Sembalun, Kamis (12/11) lalu.

Menurunnya status Gunung Baru Jari Rinjani ini juga terbukti dengan dibukanya kembali sejumlah jalur penerbangan. Setelah melakukan sejumlah penelitian data seismograp, gambar video, dan kondisi terakhir Gunung Baru Jari, Heryadi yang sedang menyelesaikan buku ketujuh tentang Rinjani ini meyakini, masyarakat NTB tidak perlu khawatir lagi dengan aktivitas Gunung Baru Jari. ‘’Sejauh ini, Gunung Baru Jari hanya mengeluarkan asap dan debu saja. Ini buktinya,’’ kata Pawang Rinjani yang mantan Kadis Pertambangan dan Energi NTB ini.

Sementara itu, batuk-batuk api Rinjani yang terjadi selama tiga minggu lebih ini cukup memukul sektor pelaku wisata Sembalun. ‘’Hari ini saja, ada lima paket pendakian yang dibatalkan. Mereka tamu-tamu kami dari Malaysia dua tim, Jerman, dan Swis,’’ ungkap Anto Sembahulun pemilik Trekking Organizer Local Rinjani Trekker Sembalun.

Diskusi ahli geologi Heryadi Rachmat di Sekret Pawang Rinjani, (12/11).(photo: Apink Alkaff)

Diskusi ahli geologi Heryadi Rachmat di Sekret Pawang Rinjani, (12/11).(photo: Apink Alkaff)

Secara tidak langsung kondisi ini juga cukup memukul pencaharian para porter Rinjani. Baik porter di Senaru, Sembalun, maupun Torean. ‘’Jika sudah aman, kami berharap pemerintah segera membuka kembali jalur pendakian ini,’’ kata Dewa, salah seorang guide Gunung Rinjani.

Nasip serupa juga dialami salah satu penginapan di Sembalun, Lembah Rinjani. ‘’Para wisatawan menyangka kita di Sembalun dalam kondisi parah. Padahal, di sini tidak ada apa-apa dan tidak ada debu,’’ kata Andi, penjaga Lembah Rinjani.

Sementara itu, anggota Badan Promosi Pariwisata Derah NTB, Lalu Hasanudin juga membenarkan dampak yang dialami sektor pariwisata Lombok tersebut. Kendati ada pihak yang dirugikan karena erupsi Gunung Baru Jari Rinjani ini, ada juga pihak lain yang diuntungkan. Seperti, perusahaan operator fast boat (kapal cepat) Gili – Bali. ‘’Syukurnya, saat ini penerbangan dari dan ke Lombok sudah dibuka lagi. Semoga kondisi ini cepat kembali normal,’’ ujar Hasan. (Apink Alkaff)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com