Jelajah Mata Kaki Rinjani (design: d pramuhadie)

Jelajah Mata Kaki Anjani – UTARAKITA

Santong – Gabungan Pencinta Alam Santong (GPA–Santong) gelar Jelajah Mata Kaki Anjani (JMKA). Lomba Lintas Alam dan Penghijuan rutin tahunan se–Pulau Lombok ini dilaksanakan Sabtu dan Minggu, 21 sampai 22 November 2015.

Gawe ini yang bertujuan meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan dan memperkenalkan tujuan wisata alam Santong kepada masyarakat. ‘’JMKA ini diharapkan mengingatkan kita kembali akan pentingnya kelestarian lingkungan,’’ jelas Nenie Agustina Rizkianti kepada utarakita.com di sela-sela kesibukannya mempersiapkan gelaran ini.

Menurut Nenie, gelaran ini dimulai Sabtu malam (21/11) dengan acara pemutaran film bertema lingkungan dan sosialisasi dampak penanggulangan bencana alam. ‘’Kepada masyarakat dari berbagai kalangan, baik tua dan muda, laki-laki maupun perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan gelaran ini,’’ ujar pegiat alam perempuan asal Santong ini.

Rapat Koordinasi Panitia JMKA di Banjour Pawng Rinjani beberapa waktu lalu. (photo: apink alkaff)

Rapat Koordinasi Panitia JMKA di Banjour Pawng Rinjani beberapa waktu lalu. (photo: apink alkaff)

Dalam satu tim jelasnya, terdiri dari empat orang. Dalam even ini, penyelenggara menyediakan total hadiah Rp 10 juta. Nantinya, masing-masing tim akan memperebutkan trofi, uang tunai dan so pasti kenang-kenangan ala anak pencinta alam dari panitia. ‘’Setiap peserta juga kenakan biaya pendaftaran Rp 100 ribu. Nantinya, hasil lomba ini akan dipergunakan juga untuk penghijauan di kawasan air terjun Tiu Teja dan Sekeper,’’ beber Nenie.

Ditempat terpisah, Irham Hadi juga bermaksud mengingatkan kembali pentingnya isu lingkungan untuk diangkat ke permukaan. ‘’Jangan kita hanya terlena akan trik dan intrik politik saja. Isu lingkungan juga seharusnya menjadi isu penting politik yang harus diperhatikan,’’ ungkap Irham yang akrab disapa Adet ini.

Adet juga ingin mengetuk hati para penikmat alam bebas untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan lingkungan dengan cara yang arif. ‘’Ya kalau kita bertamasya, jangan lupa kita membawa kembali sampah yang kita bawa. Terutama sampah yang tidak dapat diurai alam. Intinya, jangan tinggalkan apapun selain meninggalkan jejak. Jangan ambil apapun kecuali mengambil gambar dan selfi-selfi. Dan jangan membunuh apapun kecuali membunuh waktu,’’ ujar Irham yang juga Ketua GPA Santong.

Ketua Pawang Rinjani (kiri) pada rapat koordinasi JMKA GPA Santong beberapa waktu lalu. (photo: supaq)

Ketua Pawang Rinjani (kiri) pada rapat koordinasi JMKA GPA Santong beberapa waktu lalu. (photo: supaq)

Harapan yang sama juga dilontarkan Ketua Pawang Rinjani, D Pramuhadie. Menurutnya, sudah waktunya kita kembali berbicara tentang alam kearifan lokal. ‘’Berbicara lingkungan, berarti kita bicara tanggung jawab kepala per kepala dalam menjaga lingkungan ini,’’ ungkapnya singkat.(Supaq Fahmi)

Editor : Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About Supaq

Supaq
Lahir di Surabaya bulan April, namun sejak tahun 2002 hijrah ke Lombok dan sekarang tinggal di Lombok Utara.