Pengamanan sebelum memasuki arena debat terbuka. (photo: supaq fahmi)

Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati KLU Dijaga Ketat – UTARAKITA

Tanjung – Sebanyak 220 personil Polres Lombok Barat dan Polres Persiapan Lombok Utara siaga mengamankan jalannya debat terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (25/11). Para personil yag mengenakan seragam maupun berpakaian preman disebar di setiap pintu masuk Medana Bay Marine dan di beberapa titik yang dianggap rawan.

Petugas saat menyita bawaan undangan debat terbuka. (photo: supaq fahmi)

Petugas saat menyita bawaan undangan debat terbuka. (photo: supaq fahmi)

Penjagaan juga diperketat di pintu-pintu masuk arena debat terbuka ini. Bahkan, setiap undangan yang masuk arena debat terbuka diharuskan melalui pintu pemeriksaan yang dilengkapi metal detektor.

Menurut Kapolres Lombok Barat, AKBP Wingky Adityo, pengamanan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keributan antar kedua pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU. ‘’Kami menurunkan 220 personil gabungan dari Polres Lombok Barat, Polres Persiapan Lombok Utara, Polsek Tanjung, dan Polairut Polda NTB,’’ jelas Wingky.

Selain itu, barang bawaan para undangan juga diperiksa. Jika ada barang atau benda yang dianggap membahayakan dan dapat mengganggu jalannya debat terbuka, petugas langsung menyitanya.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Winky Adityo (kanan) saat memimpin apel dan mengevaluasi jalannya pengamanan debat terbuka, Rabu (25/11). (photo: supaq fahmi)

Kapolres Lombok Barat, AKBP Winky Adityo (kanan) saat memimpin apel dan mengevaluasi jalannya pengamanan debat terbuka, Rabu (25/11). (photo: supaq fahmi)

Syukurlah, acara debat terbuka ini berlangsung aman dan kondusif. Setelah berakhirnya debat terbuka semua personil kepolisian berkumpul kembali untuk melakukan apel dan mengevaluasi jalannya pengamanan debat terbuka ini.

Sementara itu, jalannya debat terbuka yang tidak bisa diakses sebagian besar masyarakat Lombok Utara juga mendapat sorotan dari sejumlah lapisan masyarakat KLU. ‘’Sayang, acara debat terbuka ini tidak bisa disaksikan masyarakat Lombok Utara secara luas. Siaran langsung melalui radio sangat tidak cukup,’’ kata H Subartono, tokoh masyarakat Lombok Utara.

Tidak itu saja, panasnya suhu di dalam ruangan debat terbuka juga menjadi sorotan banyak pihak. ‘’Suhu di arena debat terbuka sangat panas dan tidak nyaman. Itu sangat mengganggu jalannya acara debat,’’ kata Azhar, salah satu pendukung pasangan Jadi. (Supaq Fahmi)

Editor: Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About Supaq

Supaq
Lahir di Surabaya bulan April, namun sejak tahun 2002 hijrah ke Lombok dan sekarang tinggal di Lombok Utara.