Kerabat Jadi.

Yang Tersisa dari Kampanye Akbar Pasangan Jadi – UTARAKITA

LOMBOK UTARA – Lautan masa yang memenuhi arena kampanye Lapangan Umum Tanjung menyisakan kesan tersendiri. Bagi sebagian masyarakat Lombok Utara, kehadiran Ridho Rhoma meninggalkan kesan cukup mendalam. Beberapa tembang legenda karya Rhoma Irama sanggup menyeret kenangan manis generasi tua kembali ke masa mudanya. Tak terkecuali, bagi pasangan H Djohan Sjamsu-Mariadi (Jadi) yang tampak terhibur dengan lagu-lagu legenda pilihan Ridho.

Ridho Rhoma bersiap memasuki panggung politik kampanye akbar pasangan Jadi.

Ridho Rhoma bersiap memasuki panggung politik kampanye akbar pasangan Jadi.

Sayangnya, pihak managemen Ridho bertingkah over protective dan sangat membatasi aksi panggung Ridho. Meski demikian, perform syahdu yang dipertontonkan Ridho sanggup menghipnotis ribuan pendukung pasangan Jadi.

Beda halnya dengan sudut pandang politik. Pentas politik kampanye akbar pasangan Jadi ini pun bakal menyisakan dampak serius di kemudian hari. Seperti, ketidakhadiran pengurus DPD Partai Demokrat NTB di panggung politik terakbar yang pernah ada di Lombok Utara tersebut. Padahal, Djohan Sjamsu nota bene adalah kader Demokrat yang tengah diusung lima parpol lain untuk memperebutkan kembali kursi Bupati KLU. Sejatinya, dalam kancah ini, barisan DPD Partai Demokrat NTB menjadi motor utama pemenangan paket Jadi ini.

Barisan PKPI pendukung pasangan calon Jadi. (photo: Apink Alkaff)

Barisan PKPI pendukung pasangan calon Jadi. (photo: Apink Alkaff)

Nah, ketidakhadiran politisi DPD Demokrat NTB ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi perwakilan DPP Partai Demokrat yang memang sengaja diutus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Artinya, ketidakhadiran politisi Demokrat NTB ini bakal berbuntut panjang. Betapa tidak, ketidakhadiran pengurus DPD Demokrat NTB ini akan menjadi catatan tersendiri bagi pengurus DPP Demokrat.

Hal ini juga diungkapkan dan diisyaratkan orator muda DPP Partai Demokrat di depan ribuan warga Lombok Utara. Menurutnya, Ketua Umum Partai Demokrat akan memberikan dukungan penuh pasangan Djohan Sjamsu-Mariadi.

 

Barisan PPP kubu Djan Faridz.(photo: Apink Alkaff)

Barisan PPP kubu Djan Faridz.(photo: Apink Alkaff)

Yang tidak kalah menariknya, kehadiran barisan Partai Persatuan Pembangunan versi Djan Faridz juga menambah warna peta politik perebutan kekuasaan Lombok Utara satu ini. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan PPP versi Djan Faridz ini tentu akan menyisakan pergeseran peta politik di Lombok Utara. Karena besar peluang, anggota DPRD KLU dari PPP kubu Romahurmuziy bakal di depak alias di-PAW (pemberhentian antar waktu). ‘’Besar peluang akan ada pergeseran orang PPP yang duduk di DPRD KLU,’’ kata Ajiz, salah satu pengurus PPP KLU kubu Djan Faridz.

 

Personil Polres Lobar pose bareng usai kampanye akbar.(photo:apink alkaff)

Personil Polres Lobar dan Polres Persiapan KLU pose bareng usai kampanye akbar.(photo:apink alkaff)

Lain halnya dengan sebagian warga Lombok Utara. Kehadiran sekitar 325 personil anggota kepolisian yang mengamankan jalannya kampanye akbar justeru menjadi daya tarik tersendiri. Tak hayal, barisan personil polisi muda dan pasukan elite Brimob juga menjadi ajang selfi-selfi. ‘’Syukur alhamdulillah, jalannya kampanye akbar ini berjalan aman dan kondusif,’’ ungkap Kabag Ops Polres Lobar AKP Paozan Wadi kepada Utarakita.com.(Apink Alkaff)

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com