Ritual adat sembek buraq menyambut Bupati dan Wakil Bupati KLU terpilih.

Datu Mentaram Nyekar Kubur, Datu Dayan Gunung Disembek Buraq

Lain tanah lain warna, lain daerah lain budaya. Lain lubuk lain isinya, lain gubuk lain juga tradisinya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana disambut warganya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana disambut warganya.

Setiap daerah punya cara berbeda dalam menyambut pemimpin yang baru saja dilantik. Ada yang sederhana, ada juga yang tidak biasa.

Meski berbeda gaya dan tradisi, intinya tidak jauh berbeda. Yakni, sama-sama memohon keselamatan dan ungkapan syukur atas nikmat yang didapat.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana Nyekar makam orang tuanya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana Nyekar makam orang tuanya.

Cara dan budaya masyarakat menyambut pemimpin ini pun ramai dibagi di media sosial. Kalau Datu Mataram nyekar kubur, Datu Dayan Gunung Disembek Buraq.

Di Kota Mataram, H Mohan Roliskana pulang nyekar ke makan orang tuanya ( HM Ruslan) pasca dilantik sebagai Wakil Wali Kota Mataram. Selain nyekar, Datu Mentaram ini juga disambut khidmat warga di kampung asalnya, Karang Bedil, Mataram.

Penyambutan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana

Penyambutan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana

Kedatangan Bang Aji, sapaan akrab Mohan, disambut lantunan salawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW dengan iringan rebana. Suasana bahagia terpancar dari setiap senyum dan tawa cita warganya.

Lain halnya dengan Datu Dayan Gunung H Najmul Ahyar – Sarifudin. Bupati dan Wakil Bupati KLU terpilih ini disambut  gawe yang cukup meriah dan unik. Setelah dielu-elukan ribuan rakyat di Lapangan Tanjung, pasangan Nasa ini juga dihadirkan dalam ritual ala masyarakat adat Dayan Gunung.

Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati KLU terpilih Najmul-Sarif.

Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati KLU terpilih Najmul-Sarif.

Adalah sembek buraq namanya. Doa memohon selamat dengan cara leluhur yang diejawantahkan dalam ritual ala masyarakat adat kekinian di Lombok Utara.

Sembek Burak, ritual masyarakat adat Lombok Utara menyambut pemimpinnya.

Sembek Burak, ritual masyarakat adat Lombok Utara menyambut pemimpinnya.

Tidak itu saja, ada juga ritual pemasangan benang basta yang dianggap wujud janji suci pengabdian sebagai seorang pemimpin di Lombok Utara. Cara ini juga dilihat sebagai perwujudan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com