GMT. Design grafis: D Pramoehadi.

Gerhana dan Kelahiran Sang Pemimpin

Jika melihat dengan mata telanjang, anda akan mendapatkan fenomena alam yang gemilang. Tetapi jika anda melihat dengan mata hati, anda menikmati keagungan Ilahi.

Mengaburkan siang menjadi malam, dan mengaburkan malam menjadi siang mutlak milik-Nya. Menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup adalah kuasa-Nya.

Design Grafis D Pramoehadi.

Design Grafis D Pramoehadi.

Energi-energi aneh pun terasa pengaruhi emosi. Percikan kecil kadang menyulut api. Atmosper dunia tahun ini pun memang aneh dan ngeri.

Banyak tanya dan sudut pandang dalam melihat fenomena langka ini. Saking penasarannya, ada yang rela terbang dari Eropa Barat sampai Luwuk, Sampit, atau Poso. Tak ketinggalan, para astronom yang tadinya jarang kelihatan di TV mendadak jadi selebriti. GMT tahun ini memang banyak merubah sudut pandang. Merubah energi negatif menjadi positif. Atau energi positif yang dikaburkan kekuatan energi negatif.

Melebur bersama energi positif atau negatif adalah pilihan. Yang pertama: Melebur bersama segerombolan orang yang merayakan GMT dengan cara duniawi. Mereka seperti melebur cahaya dan menenggelamkannya dalam gelap.

Atau, melebur dan merapatkan syaf dalam barisan Ilahi. Mencoba menguak misteri. Dan meleburkan malam dalam cahaya surgawi.

Pertunjukan Sang Pemilik Waktu tengah diperlihatkan. Dipertontonkan di depan mata. Dan tentunya, ini adalah kemegahan logika berpikir bagi orang-orang beriman.

Shalat Gerhana di Masjid Raya At Taqwa Mataram.

Shalat Gerhana di Masjid Raya At Taqwa Mataram

Riwayat banyak mengaitkan fenomena GMT ini dari berbagai sudut pandang. Ada yang melihat ini hanya fenomena alam biasa dan langka. Ada juga yang melihat fenomena GMT kali ini sangat langka dan luar biasa.

Mari melihat dan merasakannya. Sejak dua hari terakhir, matahari jarang menampakkan diri. Lebih-lebih sang rembulan, lebih jarang lagi. Anomali cuaca dan perubahan iklim mulai terasa aneh.

Cuaca mendung, hiasi langit siang. Tabir kegelapan tanpa bulan di malam hari. Menunggu datangnya gerhana matahari (GMT).

Remaja kelahiran 80-an pun dipastikan tidak pernah menyaksikan fenomena alam ini. Jika anda masih mengingat GMT terakhir, itu artinya anda sudah cukup tua.

Bagi yang masih mengingatnya, besar kemungkinan mereka kelahiran 1977 kebawah. Atau, saat GMT 1983 dulu, anda berusia lima tahun keatas.

Gerhana matahari 2016 ini punya arti istimewa bagi yang kelahiran 1976. Karena, GMT kali ini akan menandakan hidup yang ke-40.

Gerhana Matahari Sebagian, tampak dari Mataram, NTB.

Gerhana Matahari Sebagian, tampak dari Mataram, NTB.

Live begin at 40. Ungkapan itu amat sangat populer. Terutama bagi yang akan berusia 40. Atau lebih.

Bisa dilihat juga, fenomena GMT ini punya keterkaitan kuat dengan kelahiran seorang pemimpin. Seorang Imam yang bisa menjadi pemimpin semua pemimpin dunia.

Fenomena alam juga merupakan satu tanda kehadiran Imam Zaman, Al Mahdi. Di dalam berbagai riwayat dijelaskan, mendekati kemunculan Al Mahdi akan terjadi jeritan akhir zaman, gerhana bulan, dan gerhana matahari yang bukan pada waktunya. Perubahan juga terjadi pada planet-planet dunia. Kondisi langit, udara dan air pun berubah.

Disebutkan pula, salah satu tanda akhir yang terjadi adalah terbitnya matahari dari barat. Riwayat-riwayat semacam ini bisa diterapkan dengan sebagian peristiwa yang terjadi pada masa sekarang ini.

Menikmati Gerhana Matahari Sebagia dari Masjid At Taqwa Mataram, NTB

Menikmati Gerhana Matahari Sebagia dari Masjid At Taqwa Mataram, NTB

Terbitnya matahari dari barat itu diartikan sebagai kebangkitan Islam dari negeri barat. Tepatnya, Eropa. Dengan kaca mata ini, kita pun bisa melihat gerhana matahari total ini dengan kaca mata kehadiran Al Mahdi dan Kebangkitan Islam dari Barat.

Dan yang pasti, bersyukur akan Iman dan Islam adalah nikmat terindah saat terjadi fenomena alam seperti ini. Kekuatan nalar dalam berpikir dan mengaitkan pertanda alam dengan ayat-ayat Alquran atau hadist nabi menjadi momen indah. Momen belajar dan membaca pertanda alam dan kebesaran Ilahi. Dan cara bersyukur ini hanya ada dalam Iman dan Islam. Selamat Menunaikan Ibadah Gerhana Matahari Total.

Wallahualam Bissawab.

Apink Alkaff, Mambalan, Gunungsari, Lobar.

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda