Gubernur NTB TGH Zainul Majdi di garis start. (photo: Apink Alkaff)

Semangat TGB dan Serba Serbi MTB Jelajah Rimba

Mentari 19 Maret 2016 belum terbit. Lalu lalang para pecinta olahraga sepeda gunung dengan kaos MTB Jelajah Rimba 2016 sudah banyak terlihat di seputaran Mataram. Bahkan, ratusan peserta rela menginap di garis start di kawasan Tahura Nuraksa, Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Tadinya, even sepeda gunung ini akan diikuti 200-an peserta. Karena tingginya animo masyarakat, pesertanya membengkak menjadi 450 peserta dari 75 komunitas sepeda gunung Lombok dan luar daerah.  Maklum, ini even sepeda gunung pertama dan terbesar di Nusa Tenggara Barat. ‘’Ini adalah even sepeda gunung pertama dan terbesar di NTB. Even ini juga bisa menjadi salah satu ajang silaturrahmi kita,’’ kata Gubernur NTB TGH Zainul Majdi sebelum pelepasan peserta di garis start.

TGB dan rombongan peserta pertama.

TGB dan rombongan peserta pertama.

Selain Tuan Guru Bajang (sapaan akrab Gubernur NTB), MTB Jelajah Rimba 2016 ini juga diikuti sejumlah pejabat, perwira menengah Polda NTB, dan politisi Udayana. Antara lain, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Iman Margono, anggota DPR NTB Johan Rosihan, dan Kadis Kehutanan NTB Andi Pramaria selaku tuan rumah.

Sebelum gowes ria, Gubernur NTB dan para peserta sempat melakukan penghijauan di kawasan Tahura Nuraksa yang dikenal sebagai kawasan hutan penghasil buah kemiri ini. Karena TGB posisinya peserta, Bupati Lobar, Fauzan Khalid-lah yang kebagian melepas peserta.

TGB dan rombongan pertama dilepas 45 menit lebih awal dari rencana semua. Tepatnya, sekitar pukul 07.15 WITA. Kabarnya, Pak Gub diburu waktu lantaran harus terbang ke luar daerah siang itu juga.

Alhasil, dengan semangat Bajang-nya, Gubernur NTB mengayuh sepeda cukup kencang bersama ratusan peserta yang mengawalnya. Alhasil, TGB pun finish pertama di halaman Kantor Camat Lingsar dengan catatan waktu satu jam 30 menit.

Women Lombok Cycling

Women Lombok Cycling

Lain TGB, lain juga cara penghobi sepeda gunung dalam menikmati jalur tunggal sejauh 30 kilometer ini. Kawasan Hutan Sesaot yang biasanya sepi mendadak jadi arena selfi.

Para pedagang sate bulayak kebanjiran order. Duren dagangan Inak Hur dan Inak Ati juga tak luput dari incaran peserta.

Karena sebagian besar peserta laki-laki, goweser seksi dari komunitas Women Lombok Cycling juga mendadak jadi artis di Hutan Sesaot. Cekrek sana, cekrek sini, dan cekrek berame-rame pun menjadi pemandangan jamak di sepanjang jalur.

Lebih-lebih bagi peserta luar daerah. Rindangnya pohon mahoni dan segarnya mata air pemandian Aik Nyet menjadi daya tarik tersendiri yang paling banyak dinikmati.

Girangnya Gigih, pemenang hadiah utama

Girangnya Gigih, pemenang hadiah utama

Jika TGB mencatatkan waktu tempuh satu jam 30 menit, rombongan lain malah menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk motret-motret di kawasan mata air Aik Nyet ini. Maklum, lomba ini bukan ajang kebut-kebutan atau mencari ketepatan waktu.

Memang MTB Jelajah Rimba 2016 ini terkesan nyantai. Namun, doorprise yang disediakan panitia tidak sepele.

Hadiah utama tiga sepeda gunung saja nilainya sekitar Rp 58 juta. Itu belum termasuk ratusan doorprise lain yang disediakan PT Newmont Nusa Tenggara, Bank Mandiri, Lombok TV, dan sponsor pendukung lain.

”Karena saya tidak tidur, semalem saya tidak sempat mimpi,” kata Galih, pemenang hadiah utama yang tampak begitu girang. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com