Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB M Faozal, Asdep Bidang Pengembangan Destinasi dan Industeri Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI, Agus Priyono, anggota DPR RI dari PKB dapil NTB, Helmi Faishal Zaini, di Hotel Lombok Raya, Kamis (24/03).

Lombok, PKB, dan Halal Tourism

Mataram – Predikat Halal Tourism tidak saja memberikan energi positif bagi para pelaku wisata. Label tujuan wisata halal dunia ini juga memberikan semangat baru yang tak kalah baiknya bagi para pengemban kebijakan di Nusa Tenggara Barat. (NTB)

Tentu, bukan cuma orang Lombok yang boleh berbangga diri atas prestasi manis NTB dibawah kepemimpinan TGH Zainul Majdi. Rakyat di Pulau Sumbawa juga merasakan eforia serupa akan prestasi ini.

Bahkan, rakyat Nusa Tenggara Timur juga bakal kebagian menisnya perkembangan dunia pariwisata Lombok-Sumbawa di kemudian hari.

Wisman di Pulau Moyo, Sumbawa.

Wisman di Pulau Moyo, Sumbawa.

Sumbawa dengan puluhan pulau virgin-nya mulai menggoda dunia. Tambora dengan kebesaran legendanya kembali terangkat ke permukaan. Eksotisme Moyo dan uniknya Satonda juga mulai menebarkan pesona kecantikan.

Lombok sebagai Poros Sejati Maritim Dunia mulai menggaung. TNI AL Republik Indonesia pun tak segan menerjunkan personilnya untuk mendukung segala kegiatan wisata NTB. Mulai dari mencegah pembalakan liar sampai mengerahkan kapal tempur untuk mendukung kegiatan akbar kemaritiman Kementerian Pariwisata RI

Harga tawar Lombok-Sumbawa pun kian tinggi di mata dunia internasional. Semua lini yang berhubungan dengan sektor pariwisata negeri ini pun amat bersemangat dengan ikhtiar even berskala besar.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB M Faozal, Asdep Bidang Pengembangan Destinasi dan Industeri Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI, Agus Priyono, anggota DPR RI dari PKB dapil NTB, Helmi Faishal Zaini, di Hotel Lombok Raya, Kamis (24/03).

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB M Faozal, Asdep Bidang Pengembangan Destinasi dan Industeri Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI, Agus Priyono, anggota DPR RI dari PKB dapil NTB, Helmi Faishal Zaini, di Hotel Lombok Raya, Kamis (24/03).

Jangan heran, jika saat ini NTB menjadi anak emas Kementerian Pariwisata RI. Jangan heran pula, jika saat ini pelaku wisata dunia mulai berbondong-bondong berencana mendatangi Lombok. ‘’Prestasi Halal Tourism yang diraih Lombok benar-benar telah membuka mata dunia. Sudah sepatutnya kita menentukan standar pelayanan bagi wisatawan yang akan datang ke Lombok dan Sumbawa,’’ kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmi Faishal Zaini dalam bimbingan teknis Deseminasi Standar Usaha Pariwisata yang digelar Bidang Pengembangan Destinasi dan Industeri Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI di Hotel Lombok Raya, Kamis (24/03).

Anggota Komisi 10 DPR RI Dapil NTB ini juga mengaku, ide cerita Lombok Halal Tourism ini pertama kali digadang dan didorong oleh dirinya dan partai yang mengusungnya (PKB). Helmi pun mengisyaratkan, dirinya bakal sangat serius dalam mengawal segala kebijakan pemerintah terkait pariwisata NTB. Kebetulan pariwisata menjadi bidangnya di Komisi 10 . ‘’Saat ini, kita pemenangnya. Malaysia dan Singapura pun tengah menyiapkan diri untuk menjadi tujuan wisata halal dunia,’’ ungkap Helmi.

Gili Trawangan, Lombok Utara

Gili Trawangan, Lombok Utara

Kendati demikian, Helmi yakin, Nusa Tenggara Barat segala kelebihan dan keunikannya tak akan mampu disaingi kedua negeri jiran itu. ‘’Mereka tidak punya gunung-gunung yang cantik dan perkasa, mereka tidak punya ribuan kilometer pantai-pantai berpasir putih, dan mereka juga tidak punya 178 pulau eksotis (gili-gili) seperti yang kita punya,’’ ungkap Helmi di hadapan para pelaku wisata NTB tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB Moh. Faozal menambahkan, sebagai tuan rumah sudah barang tentu kita harus menyiapkan diri. Memantapkan standarisasi pelayanan kepada para pelaku wisata, instansi terkait, dan kalangan politisi. ‘’Intinya, menyiapkan mental masyarakat dan pelaku wisata yang nantinya akan menjadi sohibul bait bagi wisatawan mancanegara,’’ ujar Faozal.

”Kami optimis, target kunjungan wisatawan kita akan tercapai lebih awal dari perkiraan,” ungkap Faozal seraya membeberkan rencana kedatangan rombongan wisatawan Beijing, China yang akan datang mulai Juni 2016 mendatang ini. Tidak itu saja, rencana kedatangan wisman arab diyakini akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Lombok-Sumbawa. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda