Gubernur NTB TGH Zainul Majdi menjaga istrinya Hjh Erica yang mencoba menunggang kuda dalam Festival Pesona Tambora 2016.

Budaya Rimpu yang Bangkitkan Rindu

Budaya Rimpu yang sempat tenggelam ditelan zaman kembali terangkat ke permukaan. Cara berpakaian tradisional Dou Dompu – Bima ini pun hidup kembali.

Hjh Erica Zainul Majdi (paling kanan) dalam Pawai Rimpu FPT 2016 di Doro Ncanga.

Hjh Erica Zainul Majdi (paling kanan) dalam Pawai Rimpu FPT 2016 di Doro Ncanga.

Ragam warna kain nggoli yang membalut tubuh ribuan perempuan dalam Festival Pesona Tambora (FPT) 2016 seolah menjadi tanda bangkitnya semangat warga Dompu. Cita dan cinta warga Dompu untuk melestarikan budaya bernuansa Islam ini sungguh terasa dalam Festival Rimpu di Doro Ncanga, Sabtu (16/4) lalu.

Budaya Rimpu ini pun mampu membangkitkan rindu warga Dompu untuk kembali mengenakannya. Kerinduan mendalam bagi perempuan Dompu untuk mengenakan kain tenun khas daerahnya terlihat jelas di raut wajah ceria setiap peserta Pawai Rimpu. ”Kami memang sudah lama merindukan untuk kembali mengenakan rimpu seperti ini,” kata Dewi, salah seorang peserta pawai yang mengenakan rimpu bercorak orange – merah muda sambil tersenyum.

Pawai Rimpu dalam FPT 2016 di Doro Ncanga, Dompu.

Pawai Rimpu dalam FPT 2016 di Doro Ncanga, Dompu.

Cara memakai rimpu menunjukkan status perempuan yang mengenakannya. Seorang gadis mengenakan rimpu dengan dua lembar kain nggoli yang menutup hampir sebagian wajahnya (kecuali mata). Sedangkan kaum ibu-ibu mengenakan rimpu yang memperlihatkan bagian wajah seperti jilbab pada umumnya.

Bisa dikatakan, bangkitnya budaya rimpu ini seiring digelarnya even Tambora Menyapa Dunia 2015 lalu. Artinya, even rutin yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB dan Kementerian Pariwisata RI ini mampu menghidupkan kembali budaya rimpu yang lama terpendam.

Jika kaum perempuan mengenakan rimpu, kaum laki-laki mengenakan ketente. Kain nggoli yang dilipat dan dipasang melingkar di pinggang.

Alhasil, Festival Rimpu yang menjadi rangkaian Festival Pesona Tambora 2016 ini memberikan berkah tersendiri bagi para perajin kain tenun tradisional Dompu. ‘’Festiva Rimpu ini secara otomatis akan menghidupkan kembali para penenun kain tradisional. Bayangkan saja, satu orang dalam Festival Rimpu ini mengenakan dua kain nggoli,’’ kata Gubernur NTB TGH Zainul Majdi di sela-sela kegiatan Festival Tambora 2016 di Doro Ncanga, Dompu.

Tidak itu saja, kain nggoli ini pun menjadi souvenir favorit pengunjung luar daerah dalam FPT 2016. Coraknya yang terang dan berani memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan luar daerah yang hadir dalam even tahunan ini. (*)

Apink Alkaff

 

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda