Pawai Rimpu di arena Festival Pesona Tambora 2016

Ketika Seniman dan Budayawan Berkarya Tanpa Budaya

(Surat terbuka untuk seniman yang mengaku berbudaya)

Ketika yang mengaku budayawan, namun tak berbudaya

Ketika yang mengaku seniman namun tak kenal sopan
Ketika itulah budaya menjadi barang dagangan murahan

Wahai budayawan pandir ahli pembawa kayu bakar
Wahai seniman galau yang pandai mengigau
Jagalah isi otakmu dari akal tak ber-Tuhan
Jagalah gumammu dalam kegelapan semu
Sedang dirimu tak memahami apa yang kau kira benar

Wahai seniman dan budayawan kampung!
Sesempit itukah nalarmu melihat dan merasakan satu sisi kebaikan?
Serendah itukah sudut pandangmu atas kebaikan yang mungkin benar?
Menyedihkan sekali itu kawan

Sungguh memalukan membaca syair hujatan kasarmu yang salah sasar
Sungguh pilu kami melihat sudut pandangmu yang salah timbang
Sungguh….seniman dan budayawan mulai buta dan berorientasi materi yang brutal.
Seniman Bima cemburu akan pentas budaya Dompu yang mendunia
Budayawan dan seniman itu menuding, kecurangan budaya ini dilakukan Disbudpar NTB yang kepalai H Lalu Muhammad Faozal

Buat yang seniman atau budayawan galau yang masih menyimpan iri dan dengki
Even Festival Pesona Tambora 2016 itu dibiayai APBN. Even orgenaizer nasional sekaligus media partner Kompas Grup. ya, media kakap Grup Gramedia nasional itu
Trio Macan, bersepeda, lari maraton, aneka seminar tidak jelas itu dibiayai APBN dan digarap Kompas. Panggung nasional yang garapan Kompas ini berbeda dengan panggung budaya garapan Dinas Pariwisata NTB. Aneka even budaya di Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Kota Bima, dan Kabupaten Bima itulah yang dibiayai APBD melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB.

Saya yakin, kita sepakat, Trio Macan tidak pantas tampil diacara budaya yang menelan anggaran Rp 4,5 miliar ini. Saya juga sepakat jika seniman dan budayawan Bima, Sumbawa, dan Lombok turun bersama menyuarakan dan mempertanyakan kualitas even dengan dana sebesar ini.

Jika memang ada indikasi kecurangan, mari kita ungkap bersama. Sekali lagi kawan, even budaya ini dibiayai Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Kompas Group.
Dan panggung Trio Macan itu termasuk program yang dibiayai Kemenpar RI atas nama hiburan rakyat. Yang hiburan rakyat itu merupakan permintaan dari pemangku kebijakan Dompu yang juga atas nama rakyat.
Bidikanmu salah sasar kawan.

Lalu Hendri Swish, seniman Lombok menyebutkan, orang kerdil memang selalu memperkeruh masalah. Orang biasa hanya membicarakan masalah. Tapi orang besar itu tergoda mencari jalan keluar dari masalah itu.

Ini yang menyedihkan dari Festival Pesona Tambora 2016. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com