Pelepasan 30 ekor penyu oleh perwakilan organisasi pecinta alam dan pegiat lingkungan NTB dalam Ziarah Alam, Pawang Rinjani 2016, Sabtu (7/5).

Ziarah Alam, Pawang Rinjani on Duty

Tanjung – Kepedulian ratusan perwakilan pecinta alam dan pegiat lingkungan NTB dalam upaya pelestarian lingkungan di Pantai Sira, Lombok Utara, Jumat-Sabtu (6-7) Mei ini mendapat respon positif dari perwakilan Eco Regions Indonesia. Program bersih-bersih lingkungan dan pelepasan penyu (Ziarah Alam) yang digelar Pawang Rinjani ini juga diharapkan bisa menjadi titik tolak bersatunya seluruh organisasi pecinta alam NTB dan pegiat lingkungan NTB.

Penyerahan Kapak Pawang Rinjani secara simbolis dari Pembina Pawang Rinjani, H Djohan Sjamsu kepada Ketua Rombongan Ziarah Alam Apink Alkaff dalam lounching program Daulat Pohon.

Penyerahan Kapak Pawang Rinjani secara simbolis dari Pembina Pawang Rinjani, H Djohan Sjamsu kepada Ketua Rombongan Ziarah Alam Apink Alkaff dalam lounching program Daulat Pohon.

Melalui utusannya, Ihor Plastun Syrovatchenko yang berkebangsaan Ukraina, Eco Regions Indonesia berkomitmen menjalin kerjasama dalam program pelestarian lingkungan di NTB yang berkelanjutan. ”Ini sungguh program yang sangat bagus. Merupakan satu kebanggaan bagi kami untuk bisa bekerjasama dalam upaya pelestarian lingkungan bersama Pawang Rinjani,” kata Ihor kepada utarakita.com dalam ajang sana dan diskusi seputar lingkungan di acara Ziarah Alam yang gelar Pawang Rinjani di Pantai Sira, Lombok Utara.

Selain aksi bersih-bersih lingkungan, even ini juga diharapkan menjadi ajang bersatunya kembali semangat organisasi pecinta alam dan pegiat lingkungan se- NTB dalam mengawal isu-isu lingkungan. Puncaknya, bakti sosial yang bekerja sama dengan Kelompok Pemuda Sadar Wisata Sira Indah ini diakhiri dengan pelepasan 30 ekor penyu.

Pelepasan penyu sesi kedua Pawang Rinjani bersama wisatawan asing di depan Hotel Tugu, Sira, Lombok Utara.

Pelepasan penyu sesi kedua Pawang Rinjani bersama wisatawan asing di depan Hotel Tugu, Sira, Lombok Utara.

Dalam orasi singkatnya, Ihor membeberkan seputar kerusakaan lingkungan yang akan berdampak buruk kepada masyarakat. ‘’Dalam waktu dekat, insya Allah kita akan bertemu lagi untuk berbicara lebih serius terkait program pelestarian lingkungan di NTB,’’ ungkap bule muallaf ini penuh semangat.

Setelah orasi, Pembina Pawang Rinjani H Djohan Sjamsu menyematkan syal anggota istimewa Pawang Rinjani kepada Ihor Plastun.

Selanjutnya, mantan Bupati KLU ini juga menyerahkan kapak secara simbolis kepada Ketua Rombongan Ziarah Alam, Apink Alkaff, dalam lounching Daulat Pohon 2016.

Di tempat yang sama, Pembina Pawang Rinjani, H Djohan Sjamsu juga menyampaikan orasi terkait penolakan penambangan pasir di Lombok Utara. Menurut Bapak Pendiri Lombok Utara ini, ketika dirinya masih menjabat Bupati KLU, pernah ada investor yang datang dan minta menambang pasir di Lombok Utara. ”Proposal investor itu tentu saya tolak mentah-mentah,’’ kata Djohan yang disambut riuh tepuk tangan ratusan peserta diskusi.

Bersih-bersih lingkungan di kawasan Pantai Sira Indah, Lombok Utara.

Bersih-bersih lingkungan di kawasan Pantai Sira Indah, Lombok Utara.

Menurut investor pasir itu kata Djohan, pasir besi di sepanjang pantai Lombok Utara ini kualitasnya terbaik di NTB. Kendati demikian, Djohan mengaku dirinya lebih memilih pelestarian lingkungan mengeruk pasir Lombok Utara yang pasti akan merusak lingkungan itu.

Sementara menurut Dedi Pramoehadi, Ketua Pawang Rinjani, Ziarah Alam 2016 juga dirangkai dengan lounching program Pawang Rinjani selanjutnya, Daulat Pohon. Program konservasi lingkungan ini direncanakan akan digelar 28 Oktober 2016 mendatang. ”Rencananya, program konservasi Daulat Pohon ini akan kita gelar di hari jadi Pawang Rinjani (28 Oktober 2016) di kawasan hutan Leong, Lombok Utara,” ungkapnya.

Temu kangen dan orasi lingkungan dalam Ziarah Alam 2016 di Pantai Sira, Lombok Utara.

Temu kangen dan orasi lingkungan dalam Ziarah Alam 2016 di Pantai Sira, Lombok Utara.

Yang tidak kalah pentingnya sebut Pramoehadi, bakti sosial ini merupakan respon Pawang Rinjani atas even Rinjani Clean Up 2016 dan even bersih-bersih Sungai Jangkuk (Suara Sungai 2016) yang sudah digelar lebih dahulu.

‘’Terima kasih setulusnya juga kami sampaikan kepada semua utusan siswa pecinta alam NTB. Antara lain, Palasma (SMAN 1 Mataram), Sampala (SMAN 2 Mataram), Kalpa Saga (SMAN 3 Mataram), utusan SMAN 5 Mataram, perwakilan Rumah Singgah Lombok, utusan Wapala FH Unram, dan Canta Pratala. Yang tidak ketinggalan juga kata Pramoehadi, even ini sukses atas bantuan Pokdarwis Sira, anggota pramuka Madrasah Aliyah Sunan Kali Jaga Tanjung, dan semua perwakilan organisasi pecinta alam lain yang ikut repot dalam bakti sosial ini,’’ tandasnya.(*)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com