Upacara peringatan kemerdekaan RI 17 Agustus dilakukan setiap tahun di Danau Segara Anak.

9 Alasan Rinjani Layak Menyandang Predikat UNESCO Global Geopark

Sesuai jadwal, hari ini, Selasa (17/5) petang, dua asesor (penilai) dari UNESCO Global Geopark (UGG) menginjakkan kaki di Lombok International Airport. Keduanya adalah Maurizio  Berlando, dari Italy dan Soo Jae Lee dari Korea.

Selain dua pakar lingkungan dan pariwisata ini, Rinjani juga akan kedatangan dua observer dari Malaysia. Yakni, Prof Ibrahim Kommo dan DR Nurhayati.

Kedua asesor ini menilai kelayakan Rinjani National Park menjadi UNESCO Global Geopark. Sedangkan dua observer ini akan melakukan evaluasi dan penguatan Rinjani menuju UGC tersebut.

Dua asesor UGG, Maurizio Berlando dan Soo jae Lee didampingi Kepala Bappeda NTB Chairul Mahsul dan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB Lalu Muh Faozal di LIA, Selasa malam (17/5). (foto; akun Chairul Mahsul)

Dua asesor UGG, Maurizio Berlando dan Soo jae Lee didampingi Kepala Bappeda NTB Chairul Mahsul dan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB Lalu Muh Faozal di LIA, Selasa malam (17/5). (foto; akun Chairul Mahsul)

Jika Rinjani dinilai memiliki konsep pengembangan kawasan yang memiliki manajemen, maka Rinjani akan menjadi taman dunia ketiga di Indonesia. Setelah Gunung Batur dan Gunung Sewu.

Saat ini, UGC memiliki 61 anggota di Eropa, 31 di Asia, enam di Jepang, dan satu di Italy. Di Asia, satu di Korea, dan insyaallah akan menjadi tiga di Indonesia. Sisanya, sebagian besar ada di China yang tercatat memiliki geopark dunia paling banyak.

Ikhtiar Rinjani National Geopark sudah dilakukan sejak 2008 lalu. Namun, karena banyak alasan, terutama alasan politis, Rinjani baru tahun 2016 ini bisa serius diusulkan menjadi UGG. Berdasarkan release dari situs UNESCO beberapa waktu lalu, Geopark Rinjani Lombok telah resmi terdaftar sebagai salah satu aplicant UNESCO GGN 2016 bersama 18 geopark lain dari 13 negara.

Tahun ini, Indonesia hanya diwakili Geopark Rinjani. Sedangkan Geopark Merangin, Jambi dan Geopark Danau Toba harus sabar menunggu dua tahun pasca ditolaknya (rejected) kedua geopark tersebut  pada sidang UNESCO Global Geopark yang berlangsung di Tokyo – Jepang, 2015 lalu.

Gunung Baru, Rinjani meletus, 12 November 2015.(photo:Apink Alkaff)

Gunung Baru, Rinjani meletus, 12 November 2015.(photo:Apink Alkaff)

Berikut ini daftar aplicant menjadi anggota UNESCO Global Geopark 2016:

  1. Geopark Arkan, RRC.
  2. Geopark Zigong, RRC.
  3. Geopark Tungurahua, Ekuador.
  4. Geopark Trollfjell, Norwegia.
  5. Geopark Saga, Islandia.
  6. Geopark Rinjani – Lombok, Indonesia.
  7. Geopark Les Causses du Quercy, Perancis.
  8. Geopark Qeshm, Republik Islam Iran.
  9. Geopark Mourne Cooley Gullion, Irlandia.
  10. Geopark Mixteca Alta, Mexico.
  11. Geopark Lochaber, United Kingdom & Irlandia Utara.
  12. Geopark Leiqiong, RRC.
  13. Geopark Las Lores, Spanyol.
  14. Geopark Keketuohai, RRC.
  15. Geopark Iron Mountains, Republik Chechnya.
  16. Geopark Conea de Tremp-Montsec, Spanyol.
  17. Geopark Comarca Minera, Mexico.
  18. Geopark Cheongsong, Korea Selatan.
  19. Geopark Black Country, United Kingdom & Irlandia Utara.
Danau Segara Anak, Rinjani. (photo: Apink Alkaff)

Danau Segara Anak, Rinjani. (photo: Apink Alkaff)

Nah, saat ini adalah kesempatan besar bagi Rinjani untuk lebih diakui dunia. Kedatangan tim assesor (penilai) dari UNESCO ini harus menjadi peluang untuk dipergunakan sebaik mungkin.

Paling tidak, dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk mengambil simpati dan kesan dari para asesor UNESCO.

Selanjutnya, nasib Rinjani akan diumumkan dalam kontes kecantikan taman dunia, UNESCO Global Geopark,  September 2016 di London – Inggris.

Keluarga pendaki asal Belanda saat mendaki Rinjani beberapa waktu lalu.

Keluarga pendaki asal Belanda saat mendaki Rinjani beberapa waktu lalu.

Berikut sembilan alasan Rinjani layak menyandang gelar UNESCO Global Geopark.

  1. Rinjani menjadi sumber kehidupan utama masyarakat Lombok. Baik itu oksigen, mineral, sampai air kehidupan warga Lombok bersumber dari Rinjani.
  2. Ribuan masyarakat Lombok, terutama masyarakat di sekitar lereng Gunung Rinjani menggantungkan hidup dari  sektor wisata gunung.
  3. Luas kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani 2.800 kilometer per segi ini merupakan salah satu paru-paru penyumbang oksigen dunia.
  4. Konsep dan manajemen dalam pengelolaan gunung berbasis eco tourism di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sudah lama dijalankan. Mulai dari era NZODA, NZAID, RTMB, sampai dikelola BTNGR.
  5. Komitmen masyarakat Lombok, terutama kalangan pecinta alam, penggiat lingkungan, dan pemangku adat dalam menjaga kelestarian lingkungan TNGR sudah sangat teruji. Terbukti dengan banyaknya even bersih-bersih gunung di kawasan Rinjani selama ini.
  6. Keragaman flora, fauna, dan kecantikan Gunung Rinjani harus sudah menjadi tanggung jawab bersama.
  7. Karena Rinjani merupakan gunung impian dan paling banyak dikunjungi pendaki dunia.
  8. Dan karena Rinjani sudah meraih banyak penghargaan internasional. Dua diantara adalah penghargaan cukup bergengsi kelas dunia. Yakni, Legacy A Ward dan Tourism for Tomorrow.
  9. Karena kita dan warga dunia wajib mewariskan Rinjani yang baik, lestari, dan terjaga untuk anak cucu.

Besar harapan, tahun ini Taman Nasional Gunung Rinjani akan meraih gelar sebagai salah satu taman tercantik dunia. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com