Observer yang juga assesor senior asal Malaysia Prof Ibrahim Komoo tampak sibuk mengambil gambar rekannya assesor dari Italy Maurizio Burlando di Tebing Kelep, Senaru, Lombok Utara, NTB.

Tiga Parameter Utama Rinjani Meraih UNESCO Global Geopark

Ada 11 parameter satu kawasan dinyatakan layak menyandang gelar UNESCO Global Geopark (UGG). Dan semua parameter itu, hampir sepenuhnya dipenuhi Rinjani.

Dari 11 parameter tadi, ada tiga hal utama yang harus dilakukan. Yakni, konservasi, edukasi, dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Pose bareng di geosite air terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah, NTB.

Pose bareng utusan UGG dan pejabat terkait di geosite air terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah, NTB.

Konservasi yang menyangkut situs-situs geologi ini meliputi gua, kars, air terjun, mineral, batuan, dan bentang alam geologi. Ini merupakan bagian dari geodiversity yang memiliki sifat tidak terbarukan (unrenewable). Sehingga kedepan diperlukan upaya konservasi geologi (geoconservation).

Dalam kaitan dengan edukasi, nilai-nilai penting pelestarian lingkungan kawasan geopark harus tersosialisasi dengan baik. Salah satu caranya dengan menuangkannya dalam papan-papan informasi (sign board) di setiap situs geologi. Dengan demikian, kelestarian lingkungan kawasan geopark bisa terjaga dengan baik.

Dan yang paling penting, meningkatkan ekonomi masyarakat lokal melalui pengembangan geopark itu sendiri. Dengan pengelolaan kawasan yang memadukan dan memanfaatkan potensi potensi sumber daya alam dan budaya berupa geodiversity (geoheritage), keragaman biologi (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), akan melahirkan ekonomi kreatif. Misalnya, berupa pembuatan cindera mata, transportasi, akomodasi, kesenian, dan atraksi.

Pasukan Tombak Sembah Ulun menyambut tim assesor UGG di Pusuk Pas Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Pasukan Tombak Sembah Ulun menyambut tim assesor UGG di Pusuk Pas Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Saat ini, kawasan Geopark Rinjani sudah mengidentifikasi 48 situs geologi dan 24 situs nongeologi. Semua situs ini tersebar di bagian Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan semua kawasan Lombok Utara. Situs-situs geologi ini bisa dijumpai di pantai gunung api, pulau, air terjun, kaldera, kerucut gunung api, danau kaldera, aliran lava, gua, mata air panas, ignimbrit (batuan yang merupakan endapan dari aliran piroklastik), dan lahan bekas tambang. Untuk situs nongeologi antara lain terdiri dari situs keragaman  flora dan fauna, serta situs budaya.

Dalam diskusi terakhir di Museum NTB, terungkap salah satu kekurangan, yakni terkait pemasangan papan informasi peringatan. Diskusi itu dihadiri dua assesor, Maurizio Burlando dan Soo Jae Lee dengan General Manager Rinjani Nasional Geopark Chairul Mahsul, Kadis Tamben NTB M Husni, Kadis Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal, Kadis Kehutanan NTB Ir H Andi Pramaria, sejumlah akademisi Universitas Mataram, dan  seluruh pengurus Lembaga Rinjani Nasional Geopark.

Pose bareng assesor UGG dengan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin bersama jajarannya usai jamuan makan malam di Pendopo Gubernur NTB, Jumat Malam (20/5).

Pose bareng assesor UGG dengan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin bersama jajarannya usai jamuan makan malam di Pendopo Gubernur NTB, Jumat Malam (20/5).

Menurut assesor UGG, Maurizio Burlando, secara keseluruhan  dokumen dan parameter yang dimiliki Rinjani sudah cukup lengkap dan sesuai dengan yang ditemui di lapangan. Hanya saja, papan informasi terkait menejemen resiko di setiap situs yang dinilai masih kurang. ‘’Harus ada informasi lengkap di setiap geosite. Termasuk soal larangan dan peringatan di setiap situs,’’ ungkap Maurizio.

Menanggapi hal itu, Chairul Mahsul menyebutkan, pihaknya akan segera melengkapi kekurangan itu.

Sementara itu, Kadis Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal menaruh harapan besar Rinjani bisa menyandang predikat UGG tahun ini. ‘’Dengan masuknya Rinjani dalam jaringan UGG, otomatis pariwisata NTB akan mendapat promosi gratis dan sangat bergengsi dari UNESCO. Dan ini akan sangat memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat NTB,’’ sebutnya. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com