Para assesor dan observer UGG pose bareng masyarakat adat Bayan, Lombok Utara, NTB. (photo:Apink Alkaff)

Tujuh Ritual Adat Mengawal Rinjani Meraih UNESCO Global Geopark

Mataram – Semangat dan harapan masyarakat Lombok mengawal Rinjani meraih UNESCO Global Geopark (UGG) begitu kental terasa. Setiap prosesi adat dan budaya penyambutan warga Lombok selama tiga hari (18-20 Mei) diharapkan menyisakan kesan mendalam kepada para assesor. Kedua assesor UGG, Maurizio Burlando (Italy) dan Soo Jae Lee (Korea Selatan) dan observer Prof Ibrahim Komoo pun mengaku sangat terkesan.

Lima kabupaten menggelar tujuh ritual adat dan budaya berbeda. Memadukan cipta, karsa, dan karya berbeda untuk meraih satu tujuan besar yang sama. Yakni: Semoga dalam English Riviera Geopark, 7th International Conference UNESCO Global Geoparks pada 27– 30 September 2016, impian masyarakat lereng Rinjani bisa terwujud.

Berikut tujuh ritual ala masyarakat adat sampai masyarakat modern Lombok mengawal Rinjani meraih predikat taman bumi:

Penyambutan dan penyampaian selayang pandang Rinjani di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB.

Penyambutan dan penyampaian selayang pandang Rinjani di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB.

  1. Hari itu, 18 Mei 2016, halaman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB tampak berbeda dengan hadirnya sembilan batu panjang yang di boyong dari Pengembur, Lombok Tengah, menghias taman kecil kantor yang di pimpin Lalu Muhammad Faozal. Di sekertariat Rinjani Nasional Geopark ini, tuan rumah menyuguhkan ritul penyambutan sederhana. Alunan etnik musik khas Lombok, Cilokak, terdengar sayup di telinga. Aneka kudapan tradisional suku Sasak menjadi sarapan pagi para assesor, puluhan ahli geologi NTB, ahli botani, dan insan media. Sentuhan dan kesan pertama dipimpin General Manager Rinjani National Geopark, Chairul Mahsul atau akrab disapa CM. Selayang pandang Rinjani dan susunan kepungurusan Rinjani National Geopark dipaparkan CM dalam waktu sekitar 20 menit.
    TGH Hasanain dan tim assesor UGG melihat langsung upaya pembibitan di Ponpes Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, NTB.

    TGH Hasanain memperlihatkan upaya nyata santri Ponpes Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, NTB dalam pelestarian lingkungan Rinjani kepada para assesor UGG.

  2. Sekitar pukul 09.45 WITA, rombongan dua assesor dan observer tiba di Ponpes Nurul Haramain, Pondok Sutera Lembuak, Narmada, Lombok Barat. Ritual penyambutan bernuansa Islami terlihat di ponpes yang dipimpin TGH Hasanain ini. Ratusan siswa pramuka bertepuk tangan dan menupuk dada sambil meneriakkan yel-yel khas Nurul Haramain. Selanjutnya, Hasanain memaparkan nilai-nilai edukasi dan kampanye lingkungan yang dilakukan warga pondok dalam mendukung Rinjani meraih UGG. Sebagai sohibul bait, pempimpin muda ini tampak fasih dalam bahasa Inggrisnya. Di sini, tim penilai dan pengevaluasi UNESCO melihat sendiri upaya nyata santri pondok dalam konservasi lingkungan di kawasan Rinjani. ‘’Saya sangat terkesan dengan salah seorang santri bernama Aulia. Dia sangat cerdas dan memahami betul tentang manfaat pelestarian lingkungan. Dia juga memahami tentang geopark,’’ ungkap Soo Jae Lee, assesor asal Korea Selatan setelah mengunjungi Pondok Nurul Haramain.
    Ritual penyambutan di salah satu geosite Rinjani, Aik Berik, Lombok Tengah, NTB.

    Ritual penyambutan di salah satu geosite Rinjani, Aik Berik, Lombok Tengah, NTB.

  3. Seperti halnya Mr Lee, assesor asal Italy, Maurizio juga tampak terkesan dengan ritual penyambutan warga Lombok Tengah di pintu masuk kawasan geosite Aik Berik, Lombok Tengah. Disini, tepat pukul 11.00 WITA, rombongan disambut bingar tabuh gendang belek dalam prosesi adat penyambutan tamu agung. Puluhan masyarakat adat Loteng berkumpul di salah satu pintu masuk pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani ini. Belasan pemain gasing juga menampilkan kemampuan terbaiknya. Dua Putri Lombok Tengah berpakaian adat mendampingi Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri bersama jajarannya dalam ritual penyambutan itu. Semangat yang sama itu juga terlihat dari kekompakan Kadis Pariwisata NTB, Kadis Pariwisata Loteng, dan Wakil Bupati Loteng yang rela naik bak mobil double cabin menuju air terjun Benang Kelambu. ‘’Tadi saya ketemu dengan delapan pelancong dari Malaysia. Air terjun seperti itu (Benang Kelambu) sangat jarang ada di bumi ini,’’ ungkap assesor senior UGG, Prof Ibrahim Komoo kepada utarakita.com.
    Prosesi ritual adat penyambutan tim assesor dan observer UGG di Pusuk Pas Sembah Ulun, Lombok Timur, NTB.

    Prosesi ritual adat penyambutan tim assesor dan observer UGG di Pusuk Pas Sembah Ulun, Lombok Timur, NTB.

  4. Lain ritual masyarakat adat Lombok Tengah, lain juga ritual warga Sembah Ulun, Lombok Timur. Di pintu masuk Sembalun, tepatnya di Pusuk Pas Sembalun, rombongan disambut pasukan Tombak Sembah Ulun lengkap dengan tarian pedangnya. Hanya saja, bukan tarian pedang yang menyuntuh hati para assesor dan observer ini. Justeru ritual adat besembek (mengusapkan sirih di kening, red) yang membuat para penilai dan pengevaluasi UGG ini terkesan. Ritual adat ini dilakukan sebagai tanda diterimanya para assesor sebagai bagian dari warga Sembalun. ‘’Masyarakat Sembalun yang menyambut kami dengan tradisi seperti itu membuat kami sangat terkesan,’’ kata Maurizio Burlando dalam ramah tamah dengan Wakil Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin dan warga Sembalun di Hotel Pesona Rinjani.
    Tim Assesor dan observer UGG pose bareng masyarakat adat Bayan, Lombok Utara, NTB.

    Tim Assesor dan observer UGG pose bareng masyarakat adat Bayan, Lombok Utara, NTB.

  5. Di hari kedua, Kamis (19/5), sekitar pukul 12.00 WITA, 14 gadis berpakain Jong, Kadis Pariwisata dan Budaya KLU Muhadi SH, dan puluhan tetua adat Bayan juga menyambut rombongan dalam ritual adat spesial. Pengalungan selendang daya dalam ritual adat mengawali langkah para assesor mengunjungi masjid kuno Bayan Beleq, Lombok Utara. Di geosite budaya ini, rombongan lebih banyak menghabiskan waktu untuk foto bareng. Tentu, dengan sedikit pemaparan sejarah seputar masjid kuno Bayan. ‘’Sayang sekali, memori saya penuh,’’ kata Prof Ibrahim Komoo usai jepret-jepret sambil memperlihatkan kamera miliknya kepada utarakita.com.

Selain mengunjungi situs masjid kuno, rombongan assesor dan observer, akademisi, dan pendamping menikmati makan siang di kebun kopi Tebing Kelep, Senaru di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Disini, lagi-lagi kedua assesor dan observer banyak menghabiskan waktu berfoto ria di tebing hijau dengan latar belakang air terjun Tiu Kelep.

Pose bareng Bupati KLU H Najmul Ahyar bersama para assesor UGG dan para pendamping di sunset point geosite lava bantal Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB.

Pose bareng Bupati KLU H Najmul Ahyar bersama para assesor UGG dan para pendamping di sunset point geosite lava bantal Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB.

  1. Selain menggelar tradisi penyambutan ala masyarakat adat Bayan, ritual penyambutan ala masyarakat modern juga digelar di Gili Trawangan. Setelah mengunjungi geosite lava bantal di sunset point Gili Trawangan, sekitar 30 anggota rombongan dijamu Wakil Bupati Lombok Utara bersama jajarannya dalam gala dinner di Hotel Vila Ombak, Gili T.         Lagu bergenre rock n roll dan sesekali reggae dari grub lawas The Yellow Jacket asal Mataram mengiringi prosesi dinner.    Di panggung ini, Kepala Bappeda NTB yang juga GM Rinjani National Geopark, Chairul Mahsul beberapa kali menyumbangkan suara emasnya untuk para assesor dan ratusan tamu dalam ritual penyambutan bergaya western itu.
    Assesor Maurizio Burlando menyampaikan kesan dan pesan di ritual makam ala Pemprov NTB di Pendopo Gubernur.

    Assesor Maurizio Burlando menyampaikan kesan dan pesan di ritual resmi makam malam ala Pemprov NTB di Pendopo Gubernur.

  2. Hari ketiga, ba’da Jumat (20/5), sekitar pukul 14.00 WITA, rombongan UGG mengunjungi Sekolah Dalang di Sesela, Gunungsari, Lombok Barat. Di sini, mereka disuguhi atraksi pedalang-pedalang cilik.  Selanjutnya, sekitar pukul 20.30 WITA, giliran Pemprov NTB yang menyambut rombongan UGG dalam perjamuan makan malam resmi di Pendopo Gubernur NTB. Kedua assesor datang mengenakan stelan jas berwarna gelap. Sedangkan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan seluruh rombongan yang menemani penilaian selama tiga hari datang dengan baju bercora tenun Sasambo dan batik. Udang lobster dan ikan air tawar bersambal khas Sasak menjadi salah menu perjamuan terakhir itu. Sayangnya, tiga observer dari Malaysia tidak bisa hadir lantaran harus segera terbang kembali ke Kuala Lumpur. Pun halnya dengan Gubernur NTB yang juga tidak bisa menghadiri acara penyampaian pesan dan kesan dari para assesor ini. ‘’Meski saya tidak memahami sepenuhnya pesan dan kesan para assesor dalam bahasa Inggris tadi, saya sangat yakin, Rinjani akan meraih gelar UNESCO Global Geopark,’’ ungkap Wakil Gubernur NTB dalam sambutan singkatnya. (*)

Apink Alkaff

 

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com