Son Diamar (rambut putih) pose bareng dengan Pelindo III dan sejumlah pihak terkait dalam Pelindo III goes to campus. (foto: dok. Son Diamar)

Dubai of Green Indonesia akan ada di Lombok Utara

Pelindo III berpeluang memiliki global hub di Kota Baru Bandar Kayangan, Lombok Utara. Nantinya, Bandar Baru Kayangan ini akan digarap investor Dubai, Uni Emirate Arab yang bekerjasama dengan Port of Roterdam, Belanda. “Dubai of Green Indonesia di Lombok Utara,” ungkap Deputi V UP4B Bappenas, Son Diamar di akun pribadinya, setelah melakukan pertemuan dengan pihak Pelindo III dan pihak terkait, Minggu (5/6).

Son Diamar dalam diskusi dengan Pelindo III membahas Kota Baru Bandar Kayangan, Lombok Utara. (foto: dok. Son Diamar)

Son Diamar dalam diskusi dengan Pelindo III membahas Kota Baru Bandar Kayangan, Lombok Utara. (foto: dok. Son Diamar)

Port of Roterdam sambungnya, merupakan juara pengelola pelabuhan selama setengah abad. ‘’Semoga Bandar Kayangan menjadi kota internasional dan pusat kegiatan industri, perdagangan, energi, dan poros sejati maritim dunia,’’ kata Kang Sondi, sapaan akrabnya.

Menurut lulusan University of Pittsburgh, Amerika ini, , saatnya membawa mimpi menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terluas dunia. Juga menjadi negara maritim terkemuka di dunia.

Mimpi ini ungkapnya, bisa terwujud dengan membangun lima pilar maritim. Yang pertama, membangun sumber daya manusia, iptek, dan budaya. Kedua, dengan membangun ekonomi industri perikanan, pariwiata bahari, pelayaran, dan energi. Selanjutnya ketiga, dengan pengelolaan wilayah batas, tata ruang yang menyiapkan pusat-pusat kegiatan maritim dunia, dan lingkungan hidup.

Keempat sambung Kang Sondi, membangun pertahanan yang berwibawa, bukan minimum essential force keamanan laut dengan real coast guard yang mengintegrasikan semua pasukan di laut, kecuali TNI AL sehinga menjadi one institution, one command, multi function. Dan yang terakhir, membangun sistem hukum yang memadai untuk mengelola laut. ‘’Reposisi peran Indonesia dalam lingkup global, bukan bangsa pecundang,’’ ungkap pria berambut putih yang terus mengawal mega proyek Global Hub Kayangan ini sejak beberapa tahun lalu.

Sebelum investor Dubai, China Shanghai (Group) Corporation for Foreign Economic & Technological Cooperation (China Sfeco Group) juga sempat ingin menjadi investor utama pembangunan Bandar Kayangan (Global Hub) di Lombok Utara ini. China Sfeco Group merupakan perusahaan raksasa yang merancang kota dan membangun 80 persen bangunan modern di Shanghai, China.(*)

Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com