Suasana ketika Menpar Arief Yahya menerima petinggi Emirates Airline, Salem Obaidalla. (foto; dok. Don Kardono)

Menteri Pariwisata Desak Emirates Segera Terbang ke Lombok

”Jika ada yang lebih cepat, Menpar akan memfasilitasi airlines yang lebih agresif”

Jakarta – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya (AY) mendesak pihak Emirates Airline segera terbang ke Lombok. Hal itu disampaikan AY saat menerima petinggi Emirates Airline, Salem Obaidalla, Senior Vice President – Aeropolitical & Industry Affairs di kantornya, Kamis (9/6).

Dalam pertemuan itu, AY menanyakan kepastian Emirates Airline terbang dari Dubai – Lombok. “Kapan terbang ke Lombok? Kami bantu mengurus izin terbang Dubai-Lombok!” kata Arief Yahya seperti yang diposting Don Kardono, Direktur Indopos dalam akun pribadinya.

Menpar Arief Yahya dan petinggi Emirates Airline, Salem Obaidalla. (foto: dok. Don Kardono)

Menpar Arief Yahya dan petinggi Emirates Airline, Salem Obaidalla. (foto: dok. Don Kardono)

Menanggapi respon positif Menpar tersebut, Salem mengaku pihaknya tertarik masuk Lombok. “Ya, kami tertarik masuk ke Lombok, tapi kami akan promosikan destinasi Lombok ke inflight megazine dan semua channel promosi kami dulu. Setelah demand terbentuk, kami segera terbang ke Lombok,” jawab Salem.

Tidak puas dengan jawaban Salem, Menpar kembali mendesak pihak Emirates Airline untuk segera membuka penerbangan Dubai – Lombok.”Saya maunya sekarang! Saya butuhnya sekarang!” sahut AY.

Kendati demikian, pihak Emirates tidak serta merta mengiyakan desakan AY. ‘’Lombok itu cantik, Mandalika pantainya bagus dan pasirnya putih.  Tapi kami harus melakukan campaigne dan promosi dulu,’’ timpal Salem.

‘’Itu namanya tidak fair! Anda putuskan terbang dulu, pasarnya ada. Analisa pasarnya kuat. Soal promosi kita bisa sama-sama, joint promo. Kalau tidak mau merintis dari kecil ,mau kalau sudah captive, kalau sudah jadi? Anak kecil juga bisa,’’ ungkap AY.

Don Kardono yang hadiri dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan, di akhir pertemuan, pihak Emirates berjanji akan menambah armada terbang dari Dubai ke Bali dan Surabaya. Untuk sementara, Lombok akan ”digoreng” melalui promosi di channel publikasi Emirates Airline. Setelah pasarnya terbentuk, baru akan dimulai.

Menanggapi hal itu, Menpar mengaku pihaknya tidak mau berlama-lama menunggu. Artinya, jika ada yang lebih cepat, Menpar akan memfasilitasi airlines yang lebih agresif. ”Karena kita mengejar target kunjungan,” tegas AY. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com