Qatar Airways CEO Akbar Baker has grand plans for his airline and the aviation industry at large. IMAGE COURTESY QATAR AIRWAYS

Kenapa Mesti Emirates? Kenapa tidak Qatar, atau Pangeran Turkish?

Setelah Lombok menyandang gelar halal tourism, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya (AY) kian dikejar deadline. AY benar-benar berjuang mewujudkan target kunjungan. Salah satunya dengan mendorong Lombok masuk pentas wisata dunia.

qatarJika Emirates Airline tidak segera terbang ke Lombok, peluang besar ini bakal diambil Qatar Airways, Turkish Airline, atau Suadi Airlines.  Menteri AY juga tidak mau nunggu terlalu lama. ‘’Ini murni bisnis,’’ kata AY kepada petinggi Emirates Airline, Salem Obaidalla, Senior Vice President belum lama ini.

Jika Emir Dubai itu tidak segera memutuskan, Menteri AY akan mencoba menggandeng putra mahkota Qatar atau pangeran Turki. Intinya, Menteri AY akan memilih pangeran yang lebih agresif dan berani.

Di mata Menteri AY, pariwisata Lombok adalah harga mati untuk didorong dan dikembangkan. Menjadi tujuan wisata utama setelah Bali.

Ibu kota pariwisata Indonesia pun segera akan bergeser ke Lombok. Demikian pula judul salah satu tulisan di media onlines yang cukup sering dibagikan para netizen.

Syukurnya, Menteri AY sadar, Putri Anjani Lombok ini sedang menjadi incaran pengeran Melayu maupun pangeran Arab. Karena kecantikan yang dimiliki Bali, ada di Lombok. Dan pesona Lombok, tidak dimiliki Bali. Kecantikan Gunung Anjani tidak dimiliki Gunung Agung. Tetapi keangkeran Agung ada di Rinjani. Ungkapan itu kembali terdengar.

Brand Halal Tourism dan sederet predikat kren yang disandang Lombok dan tidak dimiliki Bali ini benar-benar mengundang perhatian dunia.

Turkish_Airlines89Pesona Lombok pun masuk pentas dunia. Memang, ada beberapa pangeran arab yang sudah mendekatinya. Salah satu yang cukup gencar adalah pangeran Emirates dengan mengirim utusan langsung. Meski belum ada kepastian, utusan Emirates itu menegaskan keseriusannya untuk terbang dan menikmati pesona Lombok.

Sekali lagi, jika tidak dengan Emir Dubai, kenapa tidak mencoba pangeran Doha Qatar? Perusahaan penerbangan raksasa Kambing Gurun ini tidak kalah gagahnya dengan Emir Abu Dabi. Atau kenapa tidak mendekati Turkish Airline? Bukankah kejantanan dan ketangguhan pangeran Attaturk itu sudah terbukti di pentas dunia.

Atau kenapa tidak mengundang pangeran Saudi Arabia? Upsss, sepertinya pangeran yang satu ini untuk sementara sebaiknya diabaikan dulu.  Lagi pula, saat ini (13/6/2016) pangeran-pangeran Saudi sedang sibuk dengan pergolakan dengan Hauti di Yaman. Dan itu hanya untuk minyak.

Shisha Cafe Kemang, Jakarta.

Shisha Cafe Kemang, Jakarta.

Lantas, pangeran Arab mana yang akan mempersunting Putri Lombok? Kita tunggu.

Siapapun pangeran negeri Arab yang akan datang, pasti disambut hangat. Dan sebaiknya Lombok harus berbenah dan segera menyiapkan diri. Bale Langgak, Gumi Paer Sasak yang dikenal dengan Seribu Masjid ini harus mempersolek diri.

Tidak saja dengan menyiapkan dan melombakan kebersihan tempat-tempat salat, tetapi juga harus menyiapkan ruang tamunya. Ya, tempat nongkrong ala pangeran timur tengah itu.

Seperti Shisha Cafe yang ada di Kemang, Menteng, dan Citos di Jakarta itu. Atau seperti Shisha Cafe yang ada di Sunset Road dan Legian Bali itu. (*)

Apink Alkaff

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com