Postingan branding konyol dan katrok di Danau Segara Anak, Rinjani.

Branding Konyol dan Katrok yang Merusak Rinjani

Tadinya, saya pikir ini postingan hoax. Postingan yang sekedar mencari sensasi semata.

Setelah diamati dan dilacak, ternyata postingan plang besi Danau Segara Anak Lake di tepi danau itu tampak nyata dan menyebalkan. Sontak saja, para pegiat lingkungan dan pecinta alam terkejut.

‘’Sedih sekali liat pemandangan indah Rinjani terganggu dengan adanya papan nama lokasi seperti ini. Kan gak semua tempat mesti dipasangin tulisan macem gini. Sangat merusak pemandangan dan keindahan Gunung Rinjani kita,’’ kata Cindy Pricilia dalam akun FB-nya.

0-0 rinjPostingan itu pun membuat Ramli Bin Ilmar melontarkan kritik pedas. Ramli yang tercatat sebagai salah satu pengurus Rinjani National Geopark ini menilai pemasangan plang besi tepi Danau Segara Anak Rinjani itu keterlaluan. ‘’Siapapun yang bikin ini, norak dan kampungan,’’ ungkap Ramli.

Terkait pemasangan plang besi ini, Ramli juga selaku pengurus Rinjani National Geopark mengaku tidak tahu menahu. ‘’Bukannya menyelesaikan masalah, ini justeru membuat masalah,’’ kata Ramli kepada utarakita.com.

Selain itu, beberapa postingan lain terkait pemasangan plang di tepi Danau Segara Anak ini muncul. Sayangnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani tidak bisa dikonfirmasi terkait pemasangan plang ini.

Ini sekedar informasi untuk Kepala Badan Taman Nasional Gunung Rinjani. Karena sepertinya, Kepala BTNGR yang baru ini belum memahami benar makna Rinjani bagi masyarakat Lombok. Makna Rinjani bagi masyarakat adat. Makna Rinjani bagi pecintanya. Atau mungkin, Kepala BTNGR ini tidak menyangka, ini akan menimbulkan penilaian buruk bagi Rinjani yang tengah di gadang menjadi taman dunia (Geopark).

Postingan yang menunjukkan persiapan di pos TNGR Senaru, Lombok Utara.

Postingan yang menunjukkan persiapan di pos TNGR Senaru, Lombok Utara.

Dulu, era 90-an, pemerintah sempat memberikan izin pendaratan helikopter di Danau Segara Anak. Pemerintah pun sempat berencana membangun heliped di dekat danau. Tetapi, rencana itu ditentang keras oleh masyarakat adat dan para pecinta alam NTB.

Sempat juga, ada beberapa kali rencana investor asing yang mau bangun kereta gantung di Rinjani. Tetapi, ide kapitalis itu ditentang mentah-mantah.

Kini, tiba-tiba BTNGR membuat plang besi yang norak dan kampung di tempat seindah Rinjani. Apa anda pikir karya anda ini bisa selaras dan sejalan dengan keindahan Rinjani. Sungguh ini branding konyol dan katrok. Norak dan memalukan.

‘’Akan saya hancurkan, buat apa itu,’’ tulis salah seorang netizen merespon postingan plang besi di tepi danau itu. (*)

Apink Alkaff

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com